Dampak Paling Mengerikan Bagi Dunia Jika Iran Tutup Selat Hormuz Akibat Ulah Donald Trump
Dampak jika Iran sampai tutup Selat Hormuz yang bisa ganggu lalu lintas perdagangan.
Anggota Komisi Keamanan Nasional Iran Mayor Jenderal Esmaeli Kowsari menyatakan pihak parlemen telah menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh kegiatan pelayaran.
Tindakan ini dilakukan sebagai respons serius terhadap serangan udara Amerika Serikat (AS) ke tiga situs nuklir Iran yaitu, Fordow, Natanz, dan Isfahan.
"Parlemen telah mencapai kesimpulan bahwa Selat Hormuz harus ditutup," kata Esmaeli dalam pernyataan di Press TV dikutip dari laman antaranews (23/6).
Ancaman ini memicu kekhawatiran mengenai dampak global bagi ekonomi dan harga minyak. Sebab, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling penting bagi lalu lintas pasokan minyak dunia.
Harga Minyak Bisa Melonjak Jika Selat Hormuz Ditutup
Lembaga Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) memperkirakan sekitar 20 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz per hari pada paruh pertama 2023. Jumlah itu setara dengan perdagangan energi senilai hampir USD600 miliar per tahun atau Rp9.846 triliun yang diangkut melalui rute maritim.
Jika selat Hormuz ditutup, maka dapat menyebabkan penundaan pengiriman minyak global secara signifikan yang kemudian segera berdampak pada harga minyak.
“Banyak hal bergantung pada respons Iran dalam beberapa jam dan hari mendatang, tetapi ini bisa mendorong harga minyak ke USD100 per barel jika Iran benar-benar menutup selat," ujar Saul Kavonic, analis energi di MST Marquee.
Harga minyak yang tinggi akan memberikan tekanan pada sektor-industri besar seperti harga pemasaran minyak, penerbangan, serta inflasi domestik. Sebagai contoh, kenaikan USD 10 per barel bisa menambah biaya sebesar 30–40 basis poin, menurut Santanu Sengupta dari Goldman Sachs .
Alasan Iran Pertimbangkan Tutup Selat Hormuz
Selat Hormuz sendiri dikelilingi zona penyangga dan pulau sengketa Greater dan Lesser Tunb. Di sinilah ketegangan bisa berubah menjadi krisis seperti yang pernah terjadi kala Iran-Irak berkonflik pada tahun 1980–1988.
Analis mengatakan, bahwa bagi Iran, menutup Selat Hormuz merupakan bentuk pertahanan wilayah. Artinya, pihak luar akan berpikir beberapa kali untuk bertikai dengan Iran karena Teheran mampu menutup Selat Hormuz yang kemudian akan mengganggu perekonomian.
Menurut para ahli, Iran mungkin memblokir selat untuk sementara waktu. Namun, banyak yang juga yakin bahwa Amerika Serikat dan sekutunya dapat dengan cepat memulihkan arus lalu lintas maritim dengan memanfaatkan kekuatan militer.
Diketahui, perang antara Israel dan Iran memasuki babak baru setelah Amerika Serikat (AS) mengebom tiga lokasi yang mereka klaim sebagai fasilitas nuklir di Iran pada Minggu, 22 Juni 2025 kemarin.
Gedung Putih menyatakan serangan tersebut menimbulkan kerusakan parah pada situs nuklir Iran. Langkah AS 'ikut campur' dalam konflik Iran vs Israel membuat situasi di Timur Tengah semakin memanas.