Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat Gelar Aksi May Day di DPR, Tegaskan Beda dengan Buruh Monas

Ketua Umum Konfederasi KASBI, Sunarno menegaskan, aksi mereka adalah sikap mandiri dan berbeda dengan perayaan May Day Fiesta yang diselenggarakan di Monas.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat Gelar Aksi May Day di DPR, Tegaskan Beda dengan Buruh Monas
Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat Gelar Aksi May Day di DPR, Tegaskan Beda dengan Buruh Monas (Merdeka.com)

Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) akan menggelar aksi May Day di depan DPR, Jakarta pada besok, Jumat (1/5).

Ketua Umum Konfederasi KASBI, Sunarno menegaskan, aksi mereka adalah sikap mandiri dan berbeda dengan perayaan May Day Fiesta yang diselenggarakan di Monas.

"May Day Fiesta yang diselenggarakan di Monas syarat dengan narasi mainstrem dan koptasi kekuasaan. Kasbi dan Aliansi GEBRAK tidak bergabung ke acara May Day Fiesta di Monas bareng Presiden karena kondisi perburuhan secara riil memang masih sangat memprihatinkan, di mana Jaminan kepastian kerja/status hubungan kerja buruh justru masuk dalam skema labour market fleksibility,” kata Sunarno dalam keterangannya, Kamis (30/4).

Sunarno juga menyatakan pihaknya menyoroti tentang kembalinya gaya militerisme di pemerintahan saat jni.

"Bahkan dalam menyikapi kritik dan pendapat rakyat yang berbeda pandangan seringkali menggunakan tindakan kekerasan dan kriminalisasi terhadap aktivis gerakan rakyat selama hampir 2 tahun terakhir," kata dia.

Tuntutan Gebrak dan KASBI

Berikut tuntutan Gebrak dan KASBI :

1. Segera Wujudkan UU Ketenagakerjaan Pro Buruh dengan melibatkan serikat buruh, pasca putusan MK 168 tentang Omnibuslaw Cipta kerja;

2. Reformasi sistem pengupahan dan hilangkan Disparitas upah : Berlakukan upah layak nasional yang adil dan bermartabat bagi kaum buruh;

3. Jamin kepastian kerja : Hapus Sistem Outsourcing, kerja kontrak, kemitraan palsu, dan pemagangan eksploitatif;

4. Ratifikasi Konvensi ILO 188, dan konvensi ILO 190, jamin dan lindungi buruh perempuan dan  disabilitas;

5. Sejahterakan tenaga pendidik, dosen, pekerja platform, pekerja medis san kesehatan.

6. Stop PHK masal dan Pemberangusan Serikat Buruh;

7. Wujudkan pendidikan gratis, kesehatan gratis dan berkwalitas;

8. Tegakkan supremasi sipil, jaga demokrasi,  stop militerisme, stop kriminalisasi gerakan rakyat, bebaskan aktivis yang di tangkap;

9. Jalankan Reforma Agraria sejati, hentikan penggusuran tanah rakyat;

10. Hentikan Perang : Solidaritas untuk kedaulatan rakyat Palestina, Iran, Venezuela, Cuba.

Rekomendasi