FOTO: Penampakan Selat Hormuz yang Terancam Ditutup Iran Sampai Bikin Amerika Serikat Ketar-ketir
Amerika Serikat meminta China untuk mendorong Iran agar tidak menutup Selat Hormuz setelah Washington melakukan serangan terhadap situs nuklir Iran.
Iran mengambil langkah tegas dengan menyatakan kesiapan untuk menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia. Keputusan ini disepakati oleh parlemen Iran sebagai respons atas serangan Amerika Serikat (AS) terhadap tiga situs nuklir utama Iran, yang dianggap sebagai tindakan ilegal dan provokatif.
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur laut paling vital di dunia. Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, sangat bergantung pada kelancaran distribusi minyak dari Teluk Persia.
Oleh sebab itu, ancaman penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Iran pun memicu kekhawatiran luas. Ketidakstabilan wilayah maritim itu diyakini bisa memicu lonjakan harga energi global dan mengguncang pasar keuangan.
AS Ketar-Ketir
Menteri Luar Negeri AS sekaligus Penasihat Keamanan Nasional, Marco Rubio, meminta China untuk mendorong Iran agar tidak menutup Selat Hormuz setelah Washington melakukan serangan terhadap situs nuklir Iran.
“Saya mendorong pemerintah Cina di Beijing untuk menghubungi mereka mengenai hal itu, karena mereka sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk minyak mereka,” ujar Rubio pada Minggu (22/6), dilansir The Straits Times.
Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah dan pasar energi dunia dalam ketegangan tinggi, sementara para analis menyoroti perlunya diplomasi aktif guna mencegah krisis lebih lanjut.
Penampakan Selat Hormuz Salah Satu Jalur Laut Paling Vital di Dunia