Tim penyelamat dan relawan di Kolombia berpacu menyelamatkan warga yang tertimbun reruntuhan hingga Senin malam setelah gempa besar mengguncang wilayah barat negara itu. Sedikitnya 111 orang dilaporkan tewas, dikutip dari The Guardian, Selasa (11/8/2026).
Presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella, menetapkan keadaan darurat dan berjanji mengerahkan upaya penyelamatan secara terpadu agar operasi pencarian berjalan serentak di berbagai titik terdampak.
Di Kota Cali, para relawan segera turun tangan. Mereka bekerja dengan peralatan sederhana seperti beliung, ember, dan bahkan tangan kosong untuk menyisir puing bangunan yang runtuh mencari tanda-tanda kehidupan.
Advertisement
Di Cali, Tim Minta Korban Bersiul
Di lokasi-lokasi terdampak di Cali, tim penyelamat meminta orang-orang yang masih terjebak di bawah reruntuhan untuk bersiul agar posisi dan kondisi mereka bisa diketahui. Tak lama kemudian, terdengar balasan siulan dari bawah timbunan.
Andres Felipe Mejia, salah satu relawan yang bergabung dalam tim penyelamatan dadakan, menceritakan situasi itu kepada Agence France-Presse (AFP). "Kami berusaha menyelamatkan semua orang agar selamat. Salah satu petugas penyelamat meminta siapa pun yang terjebak untuk bersiul, dan seseorang membalas siulan tersebut," kata dia.
“Mereka berhasil mengeluarkan seorang pria dan seorang bayi, tetapi istrinya masih berada di dalam,” kata Mejia di dekat sebuah bangunan bertingkat yang runtuh.
Advertisement
Rantai Manusia dan Bantuan Warga
Para penyelamat membentuk rantai manusia untuk memindahkan batu bata serta puing bangunan dari tangan ke tangan. Upaya ini dilakukan agar jalur evakuasi cepat terbuka tanpa menambah beban pada struktur yang rapuh.
Setiap beberapa menit, pekerjaan dihentikan dan seluruh tim terdiam sejenak. Mereka berusaha menangkap suara apa pun dari bawah reruntuhan, seperti ketukan atau panggilan, yang bisa menandakan adanya korban selamat.
Menurut Mejia, banyak warga datang untuk membantu. Mereka membawa persediaan dan makanan, sekaligus membantu petugas pemadam kebakaran serta para korban.
Advertisement
Usai Gempa, RS Siaga Merah dan Enam Bandara Hentikan Operasi
Pada Senin, rumah sakit di lima kota di Kolombia berada dalam status siaga merah untuk mengantisipasi lonjakan pasien dari wilayah terdampak.
Pemerintah setempat juga memberlakukan jam malam di Cali pada malam hari guna menjaga ketertiban di kawasan yang rusak dan memudahkan pergerakan tenaga darurat.
Selain itu, sedikitnya enam bandara lokal menghentikan operasionalnya, menurut badan penerbangan sipil Kolombia, untuk menilai keamanan fasilitas dan landasan pacu.
Guncangan gempa dirasakan luas hingga ke Bogotá. Warga berhamburan keluar rumah menuju jalan, sebagian bahkan masih mengenakan piyama.