Kucurkan Rp2,11 Triliun, Bank Jakarta & PT SMI Biayai 7 Proyek Vital di Jakarta

Sinergi Bank Jakarta dan PT SMI kucurkan pembiayaan sindikasi Rp2,11 triliun untuk percepat proyek rusun, flyover, hingga tanggul banjir DKI.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Kucurkan Rp2,11 Triliun, Bank Jakarta & PT SMI Biayai 7 Proyek Vital di Jakarta
Teller menghitung mata uang rupiah di bank, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi terhadap dolar Amerika Serikat sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia dan mekanisme pasar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Langkah konkret untuk mempercepat pembangunan di Ibu Kota terus dipacu. Bank Jakarta berkolaborasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan pembiayaan sindikasi senilai Rp2,11 triliun guna menopang pembangunan tujuh proyek infrastruktur prioritas di DKI Jakarta.

Suntikan dana segar ini ditujukan untuk mengakselerasi penyediaan sarana transportasi, hunian layak bagi warga, hingga fasilitas pengendalian banjir yang krusial.

Dari total pembiayaan Rp2,11 triliun tersebut, Bank Jakarta menyumbang porsi sebesar Rp1 triliun. Sementara itu, PT SMI memberikan dukungan pembiayaan hingga Rp1,11 triliun. Kerja sama ini menjadi wujud sinergi strategis antara lembaga pembiayaan pemerintah dan bank pembangunan daerah (BPD) dalam memperkuat alternatif pendanaan pembangunan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa skema pembiayaan sindikasi ini menjadi langkah riil untuk memperkuat pendanaan infrastruktur yang langsung dibutuhkan masyarakat.

Pramono menjelaskan, Pemprov DKI tidak hanya berpangku tangan pada satu sumber pendanaan saja, melainkan terus mengembangkan beragam skema pembiayaan demi mempercepat realisasi proyek-proyek strategis.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta," kata Pramono dikutip di Jakarta, Sabtu (26/9).

Ia menambahkan, dukungan dari Bank Jakarta dan PT SMI akan membantu merealisasikan berbagai proyek penting, mulai dari peningkatan konektivitas jalan, penyediaan rusun, hingga penguatan benteng pengendalian banjir.

Rincian 7 Proyek Prioritas

Kucurkan Rp2,11 Triliun, Bank Jakarta & PT SMI Biayai 7 Proyek Vital di Jakarta
Kucurkan Rp2,11 Triliun, Bank Jakarta & PT SMI Biayai 7 Proyek Vital di Jakarta

Dana pembiayaan sindikasi sebesar Rp2,11 triliun ini akan dialokasikan secara spesifik untuk tujuh kegiatan infrastruktur utama:

  1. Pembangunan Flyover Latumeten.
  2. Pembangunan Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru.
  3. Pembangunan Rumah Susun Padat Karya Tahap II.
  4. Pembangunan Rumah Susun Rorotan IX Tahap I.
  5. Pembangunan waduk, situ, dan embung.
  6. Pembangunan polder dan kolam retensi.
  7. Pembangunan tanggul dan pengedali banjir Pesisir Pantai Tahap III.

Pembangunan Flyover Latumeten dirancang untuk memperlancar konektivitas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Sementara penyediaan rumah susun difokuskan untuk menambah ketersediaan hunian layak dan terjangkau bagi warga Jakarta.

Adapun pembangunan waduk, embung, polder, kolam retensi, hingga tanggul pesisir pantai difokuskan untuk memperkuat sistem kendali banjir serta meningkatkan ketahanan Jakarta menghadapi risiko bencana dan dampak perubahan iklim.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menyampaikan bahwa kolaborasi bersama PT SMI merupakan wujud nyata komitmen perseroan dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.

"Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta," ujar Agus.

Agus menegaskan, sebagai BPD milik Pemprov DKI, Bank Jakarta berkomitmen terus mendukung program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Kedepan, pihaknya akan semakin memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang inovatif, prudensial, dan berkelanjutan.

"Kami meyakini, dukungan pembiayaan yang tepat pada sektor prioritas akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing sebagai kota global,” tambahnya.

Model Pembiayaan Kreatif Daerah

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengungkapkan bahwa percepatan infrastruktur daerah memerlukan skema pendanaan yang inovatif serta kolaboratif. Untuk itu, PT SMI memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyediakan opsi pembiayaan alternatif.

"PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Reynaldi.

Reynaldi berharap, pola kolaborasi bersama Bank Jakarta ini dapat menjadi benchmark atau model pembiayaan kreatif yang bisa direplikasi oleh daerah-daerah lain sesuai kapasitas keuangan dan kebutuhan pembangunan masing-masing.

Tercatat hingga Juli 2026, PT SMI telah mengantongi total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp37,19 triliun, dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp13,67 triliun. Langkah ini selaras dengan arahan Kementerian Keuangan untuk terus mendorong skema pembiayaan kreatif di tingkat daerah.

Lewat penyaluran pembiayaan sindikasi ini, pembangunan infrastruktur Jakarta tak hanya ditujukan untuk memoles fasilitas perkotaan, tetapi juga memperluas akses hunian terjangkau, mengurai mobilitas, serta melindungi kota dari ancaman banjir.

Rekomendasi