Seorang pria warga negara asing (WNA) asal Rusia bernama G. Artem (40) ditemukan meninggal dunia di bawah tebing wilayah Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Sabtu (26/9) sore. Artem sebelumnya dinyatakan hilang di kawasan tersebut dan dilakukan operasi SAR gabungan sejak pagi.
Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Wahyu Sidhiarta mengatakan, upaya pencarian dilakukan melalui pantauan udara menggunakan drone thermal pada pukul 11.45 WITA di sekitar area pinggir tebing.
Namun dari hasil pemantauan tersebut belum ditemukan tanda-tanda keberadaan bule tersebut. Tetapi, sekitar lima menit berselang, tim SAR menerima informasi dari masyarakat mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi.
"Setelah dilakukan penelusuran, masyarakat menemukan keberadaan jenazah di bawah tebing, diantara bebatuan. Masyarakat kemudian berinisiatif menggunakan drone untuk memastikan posisi korban dari jarak yang lebih dekat," kata Wahyu.
Setelah lokasi korban dipastikan, pada pukul 13.10 Wita tim SAR gabungan bergerak menuju posisi korban melalui jalur Pantai Nyang-Nyang. Medan yang terjal dan dipenuhi bebatuan menjadi salah satu tantangan dalam proses evakuasi. Akhirnya pada pukul 15.00 WITA jenazah G. Artem bisa dievakuasi dari lokasi penemuan menuju pesisir Pantai Nyang-Nyang.
Sidhiarta mengatakan proses evakuasi korban menghadapi sejumlah kendala di lapangan. "Adapun kendala dihadapi tim SAR dalam evakuasi air pasang. "Jadi kita harus menunggu air surut, yang ke dua jalan yang terjal dan bebatuan," ujar dia.
Setelah terevakuasi, jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans Klinik Nusa Medika menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah, Kota Denpasar, untuk proses lebih lanjut.
Sebelumnya, tim SAR gabungan melaksanakan operasi SAR terhadap seorang pria warga negara asing (WNA) asal Rusia bernama G. Arthem (40) diduga hilang di sekitar Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan, menurut informasi dari rekan G. Artem korban sudah tidak berkabar sejak Rabu (23/9).
Informasi dugaan hilangnya korban diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 05.40 WITA dari Basarnas Command Center (BCC) Basarnas Pusat. Lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir keberadaan korban berada di sekitar Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Badung.
"Minimnya keterangan lanjutan serta saksi mata, maka petugas siaga mengkoordinasikan hal itu dengan Polsek Kuta Selatan dan Babinsa Pecatu," kata Sidakarya, Sabtu (26/9).
Dia menyebutkan, diketahui adanya laporan dari masyarakat mengenai keberadaan satu unit sepeda motor beserta helm yang ditemukan terparkir di sekitar kawasan Tebing Karang Boma, Kuta Selatan. Sepeda motor tersebut kemudian diamankan oleh pihak kepolisian karena tidak diketahui pemiliknya. Posisi sepeda motor dan helm yang ditemukan di kawasan tersebut menjadi salah satu petunjuk awal dalam pelaksanaan pencarian.
Advertisement