Kebakaran Kandang Ayam di Tulungagung, DPKP Ungkap Dugaan Penyebabnya

Kebakaran kandang ayam di Desa Bendungan, Gondang, Tulungagung menewaskan ribuan ayam. DPKP memadamkan api berjam-jam dan mengungkap dugaan pemicu.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta - Reporter
Kebakaran Kandang Ayam di Tulungagung, DPKP Ungkap Dugaan Penyebabnya
Kebakaran kandang ayam di Tulungagung

Kebakaran kandang ayam di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menewaskan ribuan ayam dan memicu kerugian besar bagi pemilik.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung menerima laporan insiden sekitar pukul 03.00 WIB, lalu bergerak menuju lokasi. Informasi peristiwa ini dikutip dari Antara.

Kebakaran melanda kandang milik KH Nur Khotib. Petugas yang tiba tak lama setelah laporan masuk langsung melakukan upaya pemadaman di titik kejadian.

Kebakaran Kandang Ayam: Respons DPKP dan Proses Pemadaman

Kasi Operasional dan Pemadaman DPKP Tulungagung, Bambang Pidekso, menyampaikan kronologi awal penanganan.

"Lima menit setelah menerima laporan, kami berangkat ke TKK untuk melakukan upaya pemadaman," kata Bambang Pidekso, Selasa (11/8/2026).

Untuk menangani kebakaran tersebut, DPKP mengerahkan dua armada pemadam kebakaran dan satu truk tangki suplai air.

Saat petugas tiba, api sudah membakar seluruh bangunan kandang. Banyaknya material mudah terbakar membuat api cepat membesar.

"Api dengan cepat melahap seluruh kandang ayam karena banyak bahan yang mudah terbakar. Proses pemadaman baru selesai sekitar pukul 06.15 WIB," ujarnya.

Korban Ternak, Kerusakan, dan Dugaan Penyebab

Menurut DPKP, sekitar 7.000 dari total 8.000 ekor ayam yang berada di dalam kandang mati terbakar akibat peristiwa ini.

Kebakaran juga menghanguskan bangunan kandang, pakan ternak, satu unit sepeda motor, blower, serta sejumlah perlengkapan lainnya di lokasi.

Berdasarkan pemeriksaan awal, DPKP menduga sumber api berkaitan dengan penggunaan pemanas kandang berbahan bakar gas.

"Penyebabnya diperkirakan dari kebocoran gas LPG untuk pemanas. Kerugian material mencapai Rp 1 miliar," pungkasnya.
Rekomendasi