Semeru Erupsi Enam Kali Beruntun, Tinggi Kolom Ratusan Meter

Gunung Semeru mengalami erupsi beruntun pada Jumat malam. Petugas pos merekam enam letusan dalam rentang sekitar satu jam. Ini urutan kejadiannya.

Pebrianto Eko Wicaksono
Semeru Erupsi Enam Kali Beruntun, Tinggi Kolom Ratusan Meter
Semeru erupsi disertai suara gemuruh yang terdengar kuat oleh warga di lereng gunung tersebut, Selasa dini hari (15/9/2026). (Liputan6.com/ Dok PVMBG)

Gunung Semeru (3.676 mdpl) mengalami erupsi beruntun pada Jumat (25/9/2026) malam. Dalam rentang sejak sekitar pukul 22.00 hingga mendekati tengah malam, tercatat enam kali letusan dengan ketinggian kolom abu mencapai ratusan meter. Informasi ini disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dilansir dari Antara.

Letusan pertama tercatat pada pukul 22.15 WIB dengan ketinggian kolom sekitar 700 meter di atas puncak.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dilansir Antara, Sabtu (26/9/2026).
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara."

Tidak lama berselang, pada pukul 22.26 WIB, Semeru kembali erupsi. Tinggi kolom letusan saat itu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tuturnya.

Aktivitas dilanjutkan pada pukul 22.40 WIB dengan kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak. Kemudian pada pukul 22.54 WIB, tinggi kolom teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 mdpl, disusul letusan pukul 23.05 WIB dengan kolom sekitar 300 meter di atas puncak.

"Semeru erupsi kembali pada pukul 23.29 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak," katanya.

Secara umum, kolom abu pada rangkaian letusan itu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah utara. Hingga pukul 23.29 WIB, total enam kali erupsi tercatat, sementara aktivitas dilaporkan masih berlangsung.

Status Siaga Semeru dan Rekomendasi

Liswanto menjelaskan aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, warga juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia meminta kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ucap Liswanto.
Rekomendasi