Bau-bauan Ini Paling Ditakuti Manusia Menurut Sains
Penelitian mengungkap bahwa bau kematian dapat memicu perilaku defensif manusia tanpa disadari.
Penelitian baru mengungkap bahwa bau kematian dapat memengaruhi perilaku manusia tanpa kita sadari. Menurut studi yang diterbitkan di Frontiers in Psychology, tubuh manusia dan hewan yang membusuk melepaskan senyawa bernama putrescine, yang menjadi penyebab utama bau tersebut.
Senyawa ini juga ditemukan dalam jumlah kecil di dalam air mani manusia dan sering disamakan dengan bau napas tak sedap, menurut Biogone. Dalam studi tahun 2015, para peneliti ingin mengeksplorasi apakah putrescine memberi sinyal ancaman pada manusia sehingga memicu perilaku defensif. Penelitian ini dibagi menjadi empat eksperimen.
Mengutip IFLScience, Senin (28/10), pada eksperimen pertama, peserta ditempatkan dalam salah satu dari tiga kondisi aroma (putrescine, amonia, atau air) menggunakan kapas yang diberikan satu jam sebelum studi dimulai. Mereka kemudian diminta mengklik titik merah pada tes komputer secepat mungkin, dengan peneliti melacak kewaspadaan mereka.
Eksperimen kedua mengeksplorasi perilaku melarikan diri. Peserta diberi tiga aroma yang sama dan diminta berjalan sejauh 80 meter, dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jarak tersebut diukur. Kemudian, peserta diminta menyelesaikan tugas melengkapi kata setelah terkena ketiga aroma tersebut. Misalnya, huruf yang hilang dari sebuah kata perlu dilengkapi.
Setelah itu, mereka diminta berjalan 60 meter dan waktu perjalanan dicatat. Pada eksperimen keempat, pengaruh putrescine terhadap perilaku defensif dijelajahi, bahkan ketika bau tersebut tidak dapat dideteksi oleh peserta.
Mereka diberi konsentrasi kecil putrescine dan amonia, lalu diminta membaca esai dari penulis yang mengkritik nilai-nilai Barat. Pendapat mereka dicatat, dan kecepatan menyelesaikan kuesioner menunjukkan keinginan mereka untuk melarikan diri.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa paparan putrescine berkorelasi dengan peningkatan kewaspadaan. Peserta tampak berjalan lebih cepat dan menunjukkan perilaku lebih defensif.
"Hasil ini menunjukkan bahwa bahkan paparan singkat terhadap putrescine memobilisasi respons manajemen ancaman yang dirancang untuk mengatasi ancaman lingkungan. Penelitian lebih lanjut perlu mengeksplorasi sifat ancaman yang dihasilkan oleh putrescine, baik dari ancaman mikroba atau predator," ujar penulis studi.