Ilmuwan Temukan Alasan Manusia Simpan Ingatan yang Paling Menjijikan
Para ilmuwan telah menemukan alasan mengapa manusia menyimpan ingatan yang menjijikkan.
Para ilmuwan telah menemukan alasan mengapa manusia menyimpan ingatan yang menjijikkan.
Ilmuwan Temukan Alasan Manusia Simpan Ingatan yang Paling Menjijikan
Para ilmuwan telah menemukan alasan mengapa manusia menyimpan ingatan yang menjijikkan.
Penelitian menunjukkan bahwa ingatan yang menyebabkan perasaan jijik sering kali terkait dengan indra penciuman, rasa, dan sentuhan yang secara alami bertujuan melindungi dari penyakit.
Mengutip Indy100 & Newsweek, Senin (25/3), para peneliti di Macquarie University di Australia dan Karolinska Universitet di Swedia telah mengungkap bahwa sensasi-sensasi sensorik ini memicu rasa jijik yang kuat.
Pada gilirannya membantu mendukung sistem kekebalan fisiologis manusia.
Mereka melakukan studi dengan melibatkan 216 mahasiswa yang diminta untuk mengisi dua survei dengan selang waktu seminggu.
Sedangkan pada survei kedua, 89 siswa diminta untuk mengingat pengalaman serupa yang terjadi dalam seminggu terakhir.
Setelah itu, mereka diminta untuk menilai seberapa besar kontribusi masing-masing indera (penciuman, rasa, sentuhan, penglihatan, atau suara) terhadap pengalaman yang menyebabkan perasaan jijik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman yang paling sering dihubungkan dengan perasaan jijik adalah terkait dengan indra penciuman, rasa, atau sentuhan yang juga dikenal sebagai indera 'proksimal'.
Dari sinilah para peneliti berteori bahwa perasaan jijik membantu melindungi sistem kekebalan tubuh dengan membuat kita enggan terhadap sumber infeksi, sehingga kita dapat menghindarinya.
Michael de Barra, seorang psikolog di Brunel University London yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, menjelaskan tentang peran perasaan jijik dalam psikologi evolusioner.
Menurutnya, dari sudut pandang evolusi, perasaan jijik memiliki fungsi utama untuk mencegah infeksi. Hal tersebut merupakan respons alami untuk menghindari hal-hal yang berpotensi menyebabkan penyakit.
Dalam konteks tersebut, isyarat penciuman, rasa, dan sentuhan mungkin menjadi pemicu perasaan jijik yang lebih kuat karena patogen dan racun cenderung masuk ke dalam tubuh melalui saluran hidung, mulut, atau kulit.