Ilmuwan Temukan Kehidupan Tersembunyi di Gurun Atacama, Wilayah Paling Kering di Bumi
Kehidupan tersembunyi itu terdapat di bawah permukaan Gurun Atacama, Chile. Wilayah tersebut selama ini dikenal jadi gurun paling kering di Bumi.
Para ilmuwan menemukan dunia tersembunyi yang dipenuhi kehidupan di bawah permukaan Gurun Atacama, Chile, wilayah yang selama ini dikenal sebagai gurun terkering di Bumi.
Penemuan ini membuktikan bahwa kehidupan tetap mampu bertahan dan berkembang di lingkungan ekstrem yang sebelumnya dianggap nyaris steril, sebagaimana dikutip dari @indiandefencereview, Senin (19/1).
Dr. Philipp Schiffer dari Institut Zoologi Universitas Cologne Penelitian yang dipimpin tim internasional dari Universitas Cologne mengungkap keberadaan nematoda mikroskopis yang hidup di tanah Atacama.
Organisme multiseluler ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mulai dari mengatur populasi bakteri hingga mendukung siklus nutrisi tanah, meski harus bertahan di tengah kekeringan ekstrem, kadar garam tinggi, dan radiasi ultraviolet intens.
"Tanah sangat penting bagi fungsi ekosistem, termasuk penyimpanan karbon dan penyediaan nutrisi. Karena itu, memahami hewan multiseluler yang hidup di dalamnya menjadi krusial," ujar Dr. Philipp Schiffer
Studi ini menemukan bahwa komunitas nematoda di Atacama bervariasi tergantung kondisi lingkungan. Wilayah dengan sedikit kelembapan menunjukkan keanekaragaman spesies yang lebih rendah dan jaring makanan yang sederhana, sementara area dengan kadar air lebih tinggi mendukung variasi spesies dan strategi reproduksi yang lebih beragam.
Temuan tersebut juga mengungkap kerentanan ekosistem gurun. Jaring makanan yang terbatas menandakan bahwa sebagian ekosistem Atacama sudah berada dalam kondisi rapuh dan rentan terhadap gangguan tambahan.
Dampak Perubahan Iklim
Peneliti menilai hasil ini penting untuk memahami dampak perubahan iklim. Seiring meluasnya wilayah kering akibat pemanasan global, Atacama menjadi laboratorium alami untuk mempelajari bagaimana organisme beradaptasi terhadap kekeringan ekstrem.
Peningkatan Kekeringan Global
"Mengingat meningkatnya kekeringan global, pemahaman tentang adaptasi organisme di lingkungan ekstrem sangat relevan untuk memprediksi dampak ekologis perubahan iklim," kata Schiffer.
Penemuan ini memperkuat pandangan bahwa kehidupan dapat bertahan di kondisi paling ekstrem sekalipun, sekaligus memberi petunjuk penting tentang masa depan keanekaragaman hayati di planet yang terus menghangat.
Reporter Magang: Ahmad Subayu