Ilmuwan Kini Bisa Tahu Formula Pembalseman Mumi Mesir Kuno Hanya dengan Dicium Baunya
Rahasia mumi ternyata tersimpan pada aromanya yang khas.
Selama ribuan tahun, mumi Mesir kuno menyimpan rahasia tentang bagaimana mereka diawetkan. Kini, para peneliti tidak lagi hanya mengandalkan analisis kimia yang rumit atau pembedahan yang berisiko merusak.
Mengutip IFLScience, Selasa (27/1), rahasia mumi ternyata tersimpan pada aromanya yang khas.
Sebuah studi terbaru terhadap 19 mumi, yang berasal dari tahun 2000 SM hingga 295 M, mengungkapkan bahwa senyawa organik volatil (bau) yang dikeluarkan oleh mumi dapat mengidentifikasi bahan pembalseman sekaligus menentukan periode sejarah asalnya.
Evolusi Bahan Pembalseman dari Masa ke Masa
Praktik mumifikasi di Mesir telah berlangsung selama lebih dari 4.000 tahun, mulai dari Kerajaan Lama hingga periode Romawi.
Selama rentang waktu yang panjang tersebut, resep "balsam" yang digunakan terus berubah. Para ahli menemukan bahwa penggunaan minyak nabati, lemak hewan, resin, lilin lebah, hingga bitumen (aspal alam) bervariasi tergantung pada zamannya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa mumi dari periode yang sama memiliki profil aroma yang serupa. Sebagai contoh, mumi dari era Kerajaan Baru hingga era Romawi memiliki jejak bitumen yang kuat, sebuah bahan yang tidak ditemukan pada mumi-mumi dari periode yang lebih awal.
Perbedaan komposisi lemak dan lilin lebah inilah yang menciptakan "tanda tangan" aroma unik untuk setiap era.
Menjaga Keutuhan Sejarah
Keunggulan utama dari temuan ini adalah sifatnya yang non-invasif. Sebelumnya, peneliti harus melakukan analisis kimia kompleks yang sering kali merusak bagian mumi yang rapuh. Dengan menganalisis senyawa volatil di udara, para ilmuwan kini bisa mendapatkan informasi tanpa menyentuh fisik mumi sama sekali.
Aroma mumi sering digambarkan memiliki nuansa "manis", "pedas", hingga "kayu". Aroma ini bukan sekadar bau apak biasa, melainkan data sejarah yang beterbangan di udara.
Analisis volatil dari aroma-aroma ini dapat memberikan metode yang cepat, mudah, dan non-invasif untuk mengetahui usia mumi dan mendapatkan informasi tentang bagaimana mumi tersebut dibalsem.
Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar