Mumi Tertua di Dunia ini Ternyata Nenek Moyang Orang Amerika
Berdasarkan analisis DNA yang dirilis pada 2018, mumi tersebut terbukti memiliki hubungan garis keturunan langsung dengan suku-suku asli Amerika.
Penemuan mumi berusia 10.700 tahun dari Spirit Cave, Nevada, telah mengubah pemahaman arkeologis tentang asal-usul penduduk asli Amerika.
Berdasarkan analisis DNA yang dirilis pada 2018, mumi tersebut terbukti memiliki hubungan garis keturunan langsung dengan suku-suku asli modern, menggugurkan teori sebelumnya yang menganggapnya berasal dari kelompok Paleoamerika yang tak berhubungan secara genetik.
Mumi ini ditemukan pertama kali pada tahun 1940 oleh pasangan arkeolog Sydney dan Georgia Wheeler. Awalnya, usia mumi tersebut diperkirakan hanya 2.000 tahun dan bahkan sempat dipamerkan di Nevada State Fair.
Namun, penanggalan radiokarbon pada 1997 mengungkap fakta mengejutkan: mumi itu ternyata berumur lebih dari 10.000 tahun, menjadikannya mumi alami tertua yang pernah ditemukan di Amerika Utara.
Suku Fallon Paiute-Shoshone mengidentifikasi mumi ini sebagai leluhur mereka dan menamakannya “The Storyteller.” Mereka kemudian mengajukan permintaan repatriasi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan dan Repatriasi Makam Penduduk Asli Amerika (NAGPRA).
Namun, klaim tersebut ditolak selama bertahun-tahun karena dianggap tidak cukup bukti hubungan genetik.
Setelah perjuangan hukum selama lebih dari dua dekade, analisis DNA yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Cambridge dan University of Copenhagen membuktikan bahwa mumi Spirit Cave adalah nenek moyang langsung masyarakat asli Amerika saat ini.
Penemuan ini memperkuat klaim suku Fallon Paiute-Shoshone dan membuka jalan bagi pengembalian jenazah tersebut kepada komunitas leluhurnya.
“Spirit Cave Man bukan hanya bagian dari sejarah kami, dia adalah bagian dari keluarga kami,” ujar perwakilan Suku Fallon Paiute-Shoshone dalam sebuah pernyataan setelah keputusan pengembalian diumumkan dikutip dari TheDailyGalaxy, Kamis (24/4).
Penelitian lanjutan terhadap artefak lain di kawasan Cekungan Lahontan, Nevada, juga menantang asumsi lama bahwa budaya Lovelock telah punah pada abad ke-13. Bukti menunjukkan bahwa mereka bertahan hidup dan bahkan berbaur dengan kelompok penutur bahasa Numic selama periode kekeringan ekstrem.
Kisah Spirit Cave Man kini menjadi simbol penting dalam perjuangan hukum dan budaya masyarakat adat untuk mengklaim kembali warisan leluhur mereka. Mumi tersebut telah dikembalikan dan dimakamkan ulang dengan upacara adat, mengakhiri bab panjang dari penantian identitas dan pengakuan.
Penemuan ini tidak hanya merevisi buku sejarah, tapi juga menegaskan bahwa cerita dan identitas masyarakat adat Amerika bukan hanya mitos—mereka tertulis dalam gen, tanah, dan mumi kuno yang kini telah pulang.