Arkeolog Temukan Pemakaman Tertua di Dunia Berusia 100.000 Tahun, Jasad Manusia Purba Dirias dan Dibaringkan Seperti Janin
Lokasi ini baru digali secara sistematis sejak tahun 2017 oleh para peneliti.
Arkeolog menggali gua prasejarah Tinshemet di Israel Tengah dan menemukan beberapa pemakaman tertua di dunia. Manusia purba dimakamkan dengan penuh kasih dengan posisi seperti janin, tampaknya dihiasi dengan pigmen merah, dan dibaringkan dengan tulang-tulang hewan, barang-barang kuburan, serta persembahan lainnya.
Kerangka itu tersebut berasal dari sekitar 100.000 tahun yang lalu, dari periode yang dijuluki Paleolitik Tengah. Mereka diperkirakan sezaman dengan kuburan lain yang ditemukan beberapa dekade lalu di gua lain yang berlokasi di Israel Utara. Selain itu, mereka juga dikaitkan dengan Homo sapiens awal.
Dilansir Haaretz, Rabu (12/3), secara keseluruhan, makam ini merupakan pemakaman tertua yang disengaja, menandakan langkah utama dalam evolusi manusia yang melibatkan pengembangan pemikiran simbolis dan jaringan sosial yang lebih luas.
Peneliti mengatakan, pada Paleolitik tengah, Israel dihuni oleh setidaknya dua spesies manusia, yaitu Homo sapiens awal dan Neanderthal. Penemuan dari gua-gua Israel dan situs Paleolitik Tengah menunjukan kedua spesies ini tidak hanya menjaga kontak dekat, tapi juga memiliki ciri-ciri budaya yang sama, meskipun berbeda biologis.
Prof. Chris Stringer, Paleoantropolog di Museum Sejarah Alam di London yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan, “Penemuan di Gua Tinshemet mungkin akan menjadi penemuan terpenting di wilayah tersebut dalam 50 tahun terakhir,” ungkapnya.
Arkeolog pertama kali memperhatikan keberadaan peralatan batu prasejarah di Gua Tinshemet, yang berlokasi di sebelah timur bandara Ben-Gurion di Tel Aviv, pada 1940. Namun, situs tersebut baru digali secara sistematis sejak tahun 2017 oleh tim Universitas Ibrani di Yerusalem dan Universitas Tel Aviv.
Mereka menemukan harta karun berupa manusia prasejarah, termasuk perkakas batu api dan tulang-tulang hewan. Mereka juga menemukan sedikitnya dua kerangka lengkap (satu dewasa dan satu anak-anak), serta tiga tengkorak dan berbagai macam sisa-sisa manusia lainnya.
Peneliti menyimpulkan gua tersebut dihuni antara 130.000 dan 80.000 tahun lalu, dengan menggunakan berbagai metode penanggalan.
Tempat pemakaman itu sendiri berasal dari rentang yang lebih sempit, sekitar 100.000 tahun yang lalu.
Kuburan di Tinshemet menampilkan upacara pemakaman yang sangat mirip digunakan di gua-gua Galilea yang berjarak sekitar 100 kilometer, tulis Prof. Yossi Zaidner, arkeolog Universitas Ibrani yang memimpin penggalian dan penulis utama studi baru tersebut.
Zaidner juga menulis semua kerangka itu berbaring di sisi kanan dengan posisi-posisi janin yang membungkuk, dan gumpalan oker (pewarna merah alami). Diperkirakan mayat-mayat itu dirias, dan penguburan tersebut termasuk dengan barang-barang kuburan seperti kerang, tanduk rusa, dan rahang babi hutan.
Gua Tinshemet diperkirakan sezaman dengan situs pemakaman lain di Qafzeh dan Skhul, menandakan pola penguburan yang seragam.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey