Ilmuwan Kaget Temukan Tinta Tato Aneh di Badan Mumi Berusia 800 Tahun
Yang membuat temuan ini menonjol adalah komposisi kimia tintanya.
Sebuah studi terbaru mengungkap keberadaan tato unik pada mumi wanita Andes berusia 800 tahun, dengan desain dan komposisi tinta yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
Mumi yang kini disimpan di Museum Antropologi dan Etnografi Universitas Turin, Italia, diperkirakan hidup antara tahun 1215 hingga 1382 M berdasarkan penanggalan radiokarbon kain pemakamannya.
Peneliti menemukan tiga garis lurus di pipi kanan mumi serta simbol berbentuk huruf S di pergelangan tangan, lokasi dan desain yang disebut tidak lazim dalam budaya prasejarah Andes.
“Tanda kulit di wajah secara umum jarang ditemukan di wilayah Andes, dan terlebih lagi pada bagian pipi,” tulis tim peneliti dalam laporan yang dipublikasikan di Journal of Archaeological Science dikutip dari IFLScience, Selasa (20/5).
Yang membuat temuan ini menonjol adalah komposisi kimia tintanya. Tidak seperti tato kuno lain yang biasanya menggunakan arang, tato pada mumi ini menggunakan pigmen dari magnetit — mineral berbasis besi — dan piroksen, silikat yang umumnya ditemukan dalam batuan vulkanik.
“Sepengetahuan para penulis, penggunaan pigmen dari magnetit untuk tato belum pernah dilaporkan sebelumnya pada mumi Amerika Selatan. Identifikasi piroksen sebagai pigmen tato bahkan lebih langka lagi,” ujar para peneliti.
Mumi tersebut dikuburkan dalam posisi meringkuk dan dibalut dalam fardo, sejenis kain pemakaman tradisional Andes. Belum jelas dari budaya mana mumi ini berasal, namun desain dan lokasi tato menandakan kemungkinan nilai simbolik atau status sosial tertentu.
Penemuan ini membuka ruang baru dalam penelitian tentang seni tubuh kuno dan sejarah praktik tato di Amerika Selatan pra-Kolumbus.