Jejak Tangan di Indonesia Jadi Seni Gua Tertua di Dunia, Usianya Capai 67.800 Tahun
Jejak tangan di dinding gua di Indonesia, tepatnya di Pulau Sulawesi, diperkirakan berusia setidaknya 67.800 tahun.
Penemuan seni cadas tertua di dunia kembali menguatkan posisi Indonesia sebagai pusat penting sejarah awal kreativitas manusia. Jejak tangan di dinding gua di Indonesia, tepatnya di Pulau Sulawesi, diperkirakan berusia setidaknya 67.800 tahun, menjadikannya karya seni gua tertua yang pernah ditemukan hingga saat ini.
Jejak tangan berwarna cokelat muda tersebut dianalisis oleh tim peneliti dari Indonesia dan Australia. Seni itu dibuat dengan cara meniupkan pigmen ke atas tangan yang ditempelkan pada dinding gua, meninggalkan siluet tangan yang jelas. Menariknya, beberapa ujung jari tampak sengaja dimodifikasi agar terlihat lebih runcing.
Bukti Budaya Seni Purba yang Berkembang di Sulawesi
Untuk menentukan usia lukisan, para peneliti meneliti lapisan mineral yang terbentuk di atas karya seni tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa seni cadas ini berasal dari masa yang jauh lebih tua dibandingkan lukisan gua lain yang pernah ditemukan.
Ahli paleoantropologi independen, Genevieve von Petzinger, mengaku sangat antusias setelah melihat hasil penelitian tersebut.
"Saya sampai mengeluarkan sedikit jeritan kegembiraan. Ini sesuai dengan semua yang selama ini saya pikirkan," ujarnya.
Menurut penulis studi Maxime Aubert dari Universitas Griffith, “Seni baru dari Sulawesi Tenggara ini adalah yang tertua yang ditemukan di dinding gua. Stensil tersebut juga mewakili tradisi seni cadas yang lebih kompleks yang mungkin merupakan praktik budaya bersama” kata Maxime Aubert dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nature pada Rabu (21/1).
Misteri Pembuat Jejak Tangan dan Awal Kreativitas Manusia
Hingga kini, belum dapat dipastikan siapa pembuat jejak tangan tersebut. Para ilmuwan menduga seni ini bisa dibuat oleh Denisovan, kelompok manusia purba yang pernah hidup di kawasan tersebut, atau oleh Homo sapiens yang bermigrasi dari Afrika melalui Timur Tengah hingga Australia.
Detail halus pada karya tersebut, termasuk modifikasi ujung jari, memperkuat dugaan bahwa seni ini dibuat oleh tangan manusia dengan kesadaran artistik tinggi. Temuan ini juga membantu ilmuwan menyusun garis waktu awal munculnya seni manusia dari tanda sederhana di tulang dan batu hingga representasi diri dan dunia sekitar.
Sementara itu, gambar lain di kawasan yang sama seperti sosok manusia, burung, dan hewan mirip kuda ternyata berasal dari periode yang jauh lebih muda, sekitar 4.000 tahun lalu.
Titik Akhir
Aubert menegaskan bahwa penemuan ini bukanlah titik akhir.
“Bagi kami, penemuan ini bukanlah akhir dari cerita. Ini adalah ajakan untuk terus mencari,” tulisnya.
Para peneliti meyakini masih banyak karya seni purba lain yang tersembunyi di pulau-pulau Indonesia dan menunggu untuk ditemukan, yang berpotensi mengubah pemahaman dunia tentang asal-usul seni dan kreativitas manusia.
Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar