Ini yang Terjadi Pada Otak Manusia saat Berdoa Secara Khusyuk
Seorang ilmuwan melakukan penelitian selama 20 tahun tentang bagaimana otak bekerja ketika berdoa.
Andrew Newberg, seorang dokter dan peneliti dari Rumah Sakit Thomas Jefferson di Philadelphia, pernah melakukan riset tentang bagaimana kerja otak saat berdoa. Ia meneliti aktivitas otak sekelompok biarawati Fransiskan yang terlibat dalam doa meditatif bersama.
Bagaimana hasilnya? Bagian otak yang terkait dengan kesadaran diri justru mulai "menutup". Ia menyebut pengalaman ini sebagai sesuatu yang “menyenangkan dan mendalam”.
Andrew tidak sendiri. Sejumlah studi lain juga menunjukkan bahwa praktik spiritual dapat menurunkan tingkat stres, memperbaiki kualitas tidur, dan bahkan meningkatkan sistem kekebalan tubuh — semua faktor yang mendukung proses penyembuhan.
Andrew seperti dikutip NBCNews, Senin (2/5), sudah lebih dari 20 tahun mempelajari bagaimana doa memengaruhi otak manusia.
Saat uji coba, dia bahkan menyuntikkan zat pewarna radioaktif ke dalam tubuh relawan, lalu memindai otaknya untuk mengamati perubahan aktivitas ketika seseorang berdoa.
“Lihat ini semua merah saat orang itu dalam keadaan istirahat. Tapi saat dia berdoa, warnanya berubah menjadi kuning. Itu menunjukkan ada perubahan aktivitas,” jelas Newberg
Bagi Newberg, pergeseran warna itu bukan sekadar visual menarik, melainkan bukti adanya perubahan signifikan dalam otak, termasuk dalam produksi neurotransmitter. Sebuah zat kimia yang memengaruhi berbagai fungsi tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, dan sistem imun.
“Dengan menjalankan praktik spiritual seperti doa, kita bisa memicu perubahan biologis di seluruh tubuh. Dan itu bisa memberi efek penyembuhan,” katanya.
Ia menyebut efek penyembuhan ini disebut bisa terjadi pada pasien kanker. Meski demikian, Newberg tidak pernah mengklaim bahwa doa bisa menyembuhkan penyakit secara langsung. Ia hanya melihatnya sebagai bagian penting dari sistem kepercayaan seseorang — dan dalam konteks itu, bisa memberikan manfaat yang nyata.
“Kami tidak bisa berkata bahwa doa menyembuhkan kanker atau penyakit jantung. Tapi ketika itu menjadi bagian dari keyakinan seseorang, dampaknya bisa signifikan terhadap bagaimana mereka merespons pengobatan,” tegasnya.