Fakta Unik: Mengapa Gelitik dari Tangan Sendiri Tak Pernah Merasa Geli?
Peneliti mengungkap alasan ilmiah mengapa kita tidak bisa menggelitik diri sendiri. Ternyata, otak sudah memprediksi sensasi sentuhan yang kita buat sendiri.
Pernahkah Anda mencoba menggelitik diri sendiri dan gagal? Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan ada penjelasan ilmiahnya.
Mengutip LiveScience, Minggu (2/3), menurut para ahli saraf, otak manusia punya mekanisme khusus yang membuat sensasi gelitik dari tangan sendiri jadi tidak terasa efektif.
David Eagleman, ahli saraf dari Stanford University, otak manusia selalu berusaha memprediksi apa yang akan terjadi. Ini sebabnya kita tidak bisa menggelitik diri sendiri. Ketika tangan bergerak untuk menggelitik tubuh sendiri, otak sudah tahu apa yang akan dirasakan, sehingga sensasinya diredam.
“Setiap kali Anda melakukan gerakan, otak mengirim salinan perintah ke berbagai bagian otak lainnya,” jelas Eagleman.
Salinan ini dikenal sebagai efference copy—semacam pemberitahuan awal tentang sensasi yang akan datang akibat gerakan tersebut.
Sensasi yang Sudah Diprediksi Jadi Tidak Terasa
Konstantina Kilteni, peneliti dari Karolinska Institute, menambahkan bahwa otak memang secara aktif melemahkan sensasi yang kita buat sendiri.
Ini bukan sekadar persepsi, melainkan terbukti dari hasil pencitraan otak yang menunjukkan respon sensorik lebih lemah saat disentuh oleh diri sendiri dibandingkan oleh orang lain.
Karena sentuhan itu sudah bisa diprediksi, otak otomatis mengabaikannya. Namun, jika sentuhan tersebut datang tiba-tiba dari luar—misalnya tangan orang lain yang mendadak menggelitik—maka sensasinya diperbesar karena otak tidak siap mengantisipasi.
Menariknya, tidak semua orang mengalami hal ini. Penelitian menunjukkan bahwa penderita skizofrenia cenderung tidak bisa membedakan mana sensasi yang mereka ciptakan sendiri dan mana yang berasal dari luar. Akibatnya, mereka bisa saja merasa geli saat menggelitik diri sendiri.
“Skizofrenia mengganggu kemampuan otak membedakan tindakan yang dihasilkan sendiri dari rangsangan eksternal,” kata Eagleman. Artinya, prediksi otak menjadi kacau sehingga sensasi gelitik dari tangan sendiri terasa asing, seolah-olah datang dari luar.
Mekanisme Bertahan Hidup
Fenomena ini bukan sekadar keanehan neurologis, melainkan bagian dari mekanisme evolusi manusia. Otak kita secara alami dirancang lebih peka terhadap rangsangan dari luar, karena bisa jadi itu adalah ancaman. Sementara sentuhan yang kita hasilkan sendiri dianggap tidak penting, sehingga diabaikan.
Sebagai contoh, saat berjalan kaki, kita tidak terus-menerus sadar akan suara langkah kita sendiri. Sebaliknya, suara langkah kaki orang di belakang kita justru langsung menarik perhatian, karena berpotensi menandakan bahaya.
Ketidakmampuan menggelitik diri sendiri bukan kelemahan, melainkan adaptasi luar biasa dari otak untuk menyaring mana rangsangan yang penting dan mana yang tidak. Sensasi geli hanya muncul saat ada unsur kejutan yang tak terduga.