Menjelang Idul Adha 2026, Ini Panduan Pemberian Pakan Hewan Kurban yang Tepat
Penting untuk memahami cara pemberian pakan yang tepat bagi sapi dan kambing agar nutrisi hewan kurban terjaga dengan baik sebelum disembelih.
Idul Adha 2026 semakin dekat, sehingga para peternak dan pembeli hewan kurban mulai mempersiapkan diri dengan serius. Salah satu aspek yang sering diabaikan adalah pentingnya aturan pemberian pakan hewan kurban yang tepat.
Nutrisi yang optimal sebelum penyembelihan tidak hanya memengaruhi kualitas daging, tetapi juga kesehatan serta kesejahteraan hewan itu sendiri. Hewan kurban yang mendapatkan pakan berkualitas dan teratur akan menunjukkan pertumbuhan bobot ideal, kondisi fisik yang prima, serta perilaku yang lebih tenang.
Di sisi lain, pola makan yang sembarangan dan tidak teratur dapat membuat hewan menjadi mudah stres, rentan terhadap penyakit, bahkan dapat menurunkan kualitas dagingnya secara signifikan.
Oleh karena itu, pemahaman tentang aturan pemberian pakan menjadi kewajiban bagi siapa pun yang ingin menyiapkan hewan kurban terbaik. Baik sapi maupun domba, keduanya memerlukan pendekatan pemberian pakan yang spesifik. Mulai dari komposisi pakan, frekuensi pemberian, hingga jenis suplemen tambahan semuanya harus diperhatikan dengan seksama agar hewan kurban benar-benar siap dan berkualitas saat hari penyembelihan.
Faisal Husen, seorang pengelola peternakan sapi di Kabupaten Banjarnegara, memberikan tips tentang cara pemberian pakan yang benar kepada hewan ternak. Berikut ulas lengkapnya, Jumat (22/05/2026).
Pakan untuk hewan kurban sapi sebaiknya terdiri dari kombinasi dan komposisi yang tepat
Pemberian pakan untuk hewan kurban sapi harus dilakukan dengan hati-hati, terutama bagi sapi yang sedang dalam proses penggemukan menjelang Idul Adha. Menurut Faisal, mengandalkan rumput saja tidak cukup untuk mencapai bobot yang diinginkan.
"Jika diberi rumput perkembangan hewannya akan lama. Karena masuknya penggemukan jadi harus memenuhi target, makanya dibantu dengan pakan tambahan (comboran)," ungkap Faisal.
Pakan tambahan atau comboran ini terdiri dari berbagai bahan yang dicampur secara seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sapi secara komprehensif. Bahan-bahan tersebut meliputi konsentrat, ampas tahu, singkong, molase, remix, polar, dan garam. Faisal menekankan bahwa keseimbangan dalam setiap komponen pakan sangat penting. Pakan yang seimbang tidak hanya akan memastikan sapi bertambah berat, tetapi juga menjaga kesehatan secara keseluruhan. Hal ini sangat krusial untuk menghasilkan daging kurban yang berkualitas tinggi. "Kalau bisa seimbang agar nutrisinya terpenuhi," tegas Faisal.
Pemberian pakan untuk hewan kurban sapi perlu diatur dengan baik, termasuk frekuensi dan jadwal makannya
Selain komposisi pakan, penting untuk memperhatikan frekuensi dan kedisiplinan waktu makan. Faisal menjelaskan bahwa jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan berat badan sapi.
"Jumlah pakan yang diberikan tergantung berat sapi. 300 kilogram pakannya 3-4 kilo sekali makan. Sehari dua kali di pagi dan sore hari di jam yang sama," paparnya.
Selain itu, urutan pemberian pakan juga harus diperhatikan dengan baik. Pada pagi hari, tempat makan harus dikosongkan terlebih dahulu sebelum diberikan comboran. Setelah comboran habis, barulah rumput atau jerami diberikan sebagai pelengkap serat. Pola ini sangat penting agar sapi mengonsumsi pakan bergizi tinggi terlebih dahulu sebelum mendapatkan hijauan.
Waktu makan sebaiknya diberikan pada jam yang sama setiap harinya. Selain itu, air minum bersih juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aturan pemberian pakan hewan kurban. Faisal menegaskan bahwa air putih harus selalu tersedia di samping kandang selama 24 jam penuh.
"Pemberian garam pada pakan tambahan dan air minum akan membuat sapi tidak mudah stres," tambahnya.
Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, diharapkan kesehatan dan pertumbuhan sapi dapat terjaga dengan baik, sehingga hewan kurban siap untuk disembelih pada waktu yang telah ditentukan.
Pemberian pakan untuk hewan kurban domba harus dilakukan dengan baik dan teratur
Berbeda dengan sapi, pemberian pakan untuk domba kurban dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan teknologi fermentasi. Pakan fermentasi terbukti meningkatkan nilai nutrisi bahan pakan secara signifikan melalui aktivitas mikroorganisme yang mengurai dan memperkaya kandungan gizi. Proses pembuatannya diawali dengan menyiapkan bahan utama berupa kombinasi hijauan 50%, dedak 30%, dan jagung giling 20%. Proporsi ini dapat disesuaikan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kondisi domba.
Meskipun pakan fermentasi sangat bermanfaat, cara pemberiannya kepada domba harus dilakukan secara bertahap dan penuh perhitungan. Jika domba belum pernah terbiasa dengan pakan fermentasi, pemberian harus dimulai dari porsi kecil yang dicampur dengan pakan biasa yang sudah dikenal domba. Pendekatan bertahap ini penting untuk memberi waktu bagi sistem pencernaan domba beradaptasi dengan mikroorganisme dan enzim baru yang terkandung dalam pakan fermentasi. Setelah beberapa hari tanpa masalah, porsi pakan fermentasi dapat ditingkatkan secara perlahan sambil terus memantau kondisi fisik dan pencernaan domba.
Perlu diingat bahwa pakan fermentasi berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti pakan utama. Hitung kebutuhan nutrisi domba berdasarkan usia dan tingkat aktivitasnya, kemudian gunakan pakan fermentasi untuk mengisi kebutuhan yang tidak terpenuhi dari hijauan segar atau konsentrat. Dengan pendekatan yang tepat, domba kurban akan mencapai bobot ideal dan kondisi kesehatan yang prima sebelum Idul Adha tiba.
Kualitas sapi
Selain memperhatikan pakan, calon pembeli dan peternak hewan kurban perlu memahami cara menilai bobot dan kualitas sapi secara akurat. Faisal merekomendasikan jenis sapi pegon sebagai pilihan yang paling menguntungkan.
"Membeli sapi paling bagus pegon karena harganya pertama tidak kemahalan dan pertumbuhannya bisa memenuhi simental dan limosin," jelasnya. Menilai kegemukan sapi tidak bisa hanya mengandalkan penampilan perut semata. Banyak orang keliru mengira sapi yang perutnya besar sudah pasti gemuk, padahal perut besar bisa disebabkan oleh penumpukan gas atau bahan pakan yang belum dicerna.
Faisal menekankan bahwa indikator kegemukan yang sesungguhnya ada pada bagian yang berbeda dari tubuh sapi. "Yang dilihat fokus ke bagian dada dan pantat sapi, jangan cuma dilihat perutnya saja. Itu bisa jadi indikator sapi tersebut beneran gemuk secara sehat atau tidak," tegas Faisal. Bagian dada yang lebar dan penuh serta pantat yang berisi dan padat menandakan bahwa sapi memiliki massa otot dan lemak yang berkembang dengan baik, hasil dari nutrisi yang optimal dan perawatan konsisten. Dengan panduan ini, pembeli bisa lebih cermat memilih hewan kurban yang benar-benar berkualitas.
Berapa kali sehari sapi kurban harus diberi makan?
1. Berapa kali sehari sapi kurban harus diberi makan? Sapi kurban sebaiknya diberi makan dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Pemberian pakan harus dilakukan pada jam yang sama setiap hari untuk menjaga konsistensi.
2. Apa saja bahan pakan tambahan (comboran) yang baik untuk sapi kurban? Comboran yang ideal untuk sapi kurban terdiri dari campuran bahan seperti konsentrat, ampas tahu, singkong, molase, remix, polar, dan garam. Penting untuk mencampur bahan-bahan tersebut dalam proporsi yang seimbang agar nutrisi yang diberikan optimal.
3. Apakah domba kurban boleh diberi pakan fermentasi? Tentu saja, pakan fermentasi sangat bermanfaat bagi domba karena dapat meningkatkan nilai gizi pakan. Namun, pemberiannya harus dilakukan secara bertahap agar sistem pencernaan domba dapat beradaptasi dengan baik.
4. Berapa lama proses fermentasi pakan domba berlangsung? Proses fermentasi pakan domba biasanya memakan waktu antara 7 hingga 14 hari. Lamanya proses ini tergantung pada suhu ruangan dan jenis bahan yang digunakan dalam fermentasi.
5. Apakah air minum harus selalu tersedia untuk sapi kurban? Ya, sangat penting untuk memastikan bahwa air minum yang bersih selalu tersedia bagi sapi kurban. Air minum harus ada selama 24 jam penuh di dekat kandang sapi untuk memastikan hidrasi yang baik.
6. Mengapa pemberian pakan hewan kurban harus tepat waktu? Pemberian pakan yang tepat waktu sangat penting untuk mencegah stres pada sapi. Hal ini juga membantu menjaga ritme pencernaan yang sehat dan mengoptimalkan pertumbuhan bobot sapi secara konsisten.
7. Bagian tubuh mana yang paling tepat diamati untuk menilai kegemukan sapi kurban? Untuk menilai kegemukan sapi kurban, bagian dada dan pantat adalah indikator yang paling akurat. Ini lebih baik daripada hanya melihat bagian perutnya, yang tidak selalu mencerminkan kesehatan dan kegemukan yang sebenarnya.