Sapi Jumbo Simental 1 Ton Asal Cisarua Bandung Dibeli Presiden Prabowo Seharga Rp110 Juta
Transaksi tersebut sudah disepakati dan saat ini sapi masih dititipkan di kandangnya untuk mendapatkan perawatan maksimal.
Seekor sapi berjenis Simental dengan bobot 1.050 kilogram (1,05 ton) bernama 'Mayor' asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 1447 Hijriah.
Sapi berumur tiga tahun milik Dede, peternak asal Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB ini dibeli dengan harga Rp110 juta dan menjadi satu-satunya hewan kurban asal Bandung Barat yang dipilih presiden.
"Alhamdulillah, sapi si Mayor ini jadi hewan kurban Pak Presiden Prabowo. Satu-satunya dari KBB, bobot mencapai 1,050 ton," kata Dede saat ditemui, Kamis (21/5).
Dede menjelaskan, transaksi tersebut sudah disepakati dan saat ini Mayor masih dititipkan di kandangnya untuk mendapatkan perawatan maksimal.
Rencananya, sapi berwarna dominan cokelat dengan aksen putih di wajah itu akan diambil pada H+2 menjelang Iduladha untuk disembelih di wilayah Bandung Barat.
"Masih dititip di sini, tentunya kita rawat dengan baik. Nanti diambil H+2 Iduladha, informasinya buat di Bandung Barat cuma saya enggak tahu buat di mananya," katanya.
Ada Serangkaian Seleksi Medis
Sebelum terpilih, Mayor harus lolos serangkaian seleksi medis dan fisik yang sangat ketat. Parameter penilaian meliputi pengukuran bobot dan tinggi, pemeriksaan darah dan feses, serta dipastikan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).
"Setelah semuanya dinyatakan memenuhi syarat, ya akhirnya terpilih jadi hewan kurban buat presiden. Ini baru pertama kali saya mendaftarkan sapi ke seleksi presiden, padahal tahun lalu ada yang sampai 1,2 ton tapi tidak saya daftarkan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Bandung Barat, Wiwin Aprianti, membenarkan bahwa Mayor berhasil menyisihkan kandidat lain melalui seleksi yang ketat.
"Awalnya ada 3 kandidat dari daerah Parongpong, Cisarua, dan Gunung Halu. Akhirnya yang terpilih hanya 1, dari daerah Cisarua, Desa Pasirlangu milik Pak Dede," ujar Wiwin.