Mendagri Curhat Ada Daerah sampai Dua Kali Pilkada Ulang: Kapan Kerjanya?
Hal ini disampaikan usai menggelar rapat bersama dengan Komisi II DPR RI dan penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap, agar Pemungutan Suara Ulang (PSU) tidak digelar dua kali dalam Pilkada 2024 ini.
Hal ini disampaikan usai menggelar rapat bersama dengan Komisi II DPR RI dan penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Itu yang kita harapkan, kami juga Kementerian Dalam Negeri berharap jangan sampai terjadi PSU lagi," kata Tito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/3).
Seperti diketahui, MK memutuskan ada 24 Pilkada 2024 yang harus dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Pilkada Mana Saja?
Mendagri memberikan contoh, terkait PSU yang digelar secara dua kali di Kalimantan Selatan.
"Ini pernah terjadi di Kalimantan Selatan, itu dulu perintah MK untuk PSU dilakukan PSU, digugat lagi, perintah MK PSU lagi," ujarnya.
Karena menurutnya, jika memang hal itu terjadi lagi. Maka, APBD akan habis untuk Pilkada saja.
"Untungnya tidak ada terjadi seperti tahun 2020, yang seperti di Yalimo Pilkada ulang dari nol, dari awal dari pendaftaran, setahun tiga bulan, kapan mau kerjanya, terus uangnya habis buat Pilkada saja," pungkasnya.