Teror Bom di Sekolah Internasional NJIS, Gubernur Pramono: Kita Tegas Melawan!
Pramono menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta tidak akan mentolerir bentuk teror apa pun yang mengganggu keamanan warga ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung langkah tegas aparat kepolisian dalam menyikapi ancaman bom yang diterima pihak North Jakarta Intercultural School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu 8 Oktober 2025 dini hari.
Pramono menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta tidak akan mentolerir bentuk teror apa pun yang mengganggu keamanan warga ibu kota.
Ia menegaskan pihaknya mendorong aparat penegak hukum menindak pelaku yang bertanggung jawab atas ancaman tersebut.
“Kalau ada teror dalam bentuk apa pun di Jakarta Utara, tentunya kami pemerintah DKI Jakarta meminta kepada siapapun yang melakukan itu untuk ditindak. Dan kita dengan tegas mengatakan kita melawan itu,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/10).
Ia menyatakan, keamanan dan kenyamanan warga DKI Jakarta menjadi prioritas utama. Menurutnya, kebersamaan dan keberagaman masyarakat Jakarta harus dijaga agar tidak terganggu oleh tindakan teror.
“Saya selalu berkeinginan bagi masyarakat Jakarta hidup aman-nyaman, kebersamaan, kebhinekaan itu merupakan hal yang paling esensi, paling utama. Sehingga kami pasti akan menangani itu,” ujarnya.
Kronologi
Sebelumnya, Jakarta Sekolah internasional North Jakarta Intercultural School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara, mendapat ancaman bom dari orang tak dikenal pada Rabu (8/10/2025). Polisi turun tangan dan hasilnya hoaks. Kini polisi memburu pelaku.
Dalam ancamannya, pelaku meminta tebusan sebesar USD30.000. Uang itu harus dikirim lewat mata uang kripto.
"Ancaman lewat WA (WhatsApp) nomor Nigeria. Mereka minta transfer lewat kripto ke salah satu wallet address. Minta uangnya lewat kripto nilainya sekitar USD 30.000," kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra dalam keterangannya, Rabu (8/10).
Polisi kini tengah menelusuri asal usul akun dan alamat wallet kripto yang digunakan pelaku. Penyelidikan dilakukan bersama Wakil Ketua Umum ABI bidang Aset Kripto, Mohammad Naufal Alvira. Dari hasil koordinasi, sebanyak 30 crypto exchange terdaftar di Indonesia telah diperiksa. Hasilnya, nihil.
"Hasil koordinasi dan pengecekan kepada pak Mohammad Naufal Alvira selaku Vice Chairman of Crypto Asset. Wallet address yang dimaksud tidak ditemukan / wallet address tersebut tidak valid. Sehingga hasil tidak ditemukan / tidak ada pada crypto exchange local (yang ada di indonesia)," ucap dia.