Polisi Lepaskan 196 Pelajar yang Ditangkap Saat Demo di Depan DPR
Sebanyak 155 orang dewasa saat ini sedang menjalani pemeriksaan secara mendalam.
Polisi telah menangkap sebanyak 351 individu yang terlibat dalam unjuk rasa yang berakhir ricuh di daerah DPR/MPR Jakarta Pusat pada hari Senin, 15 Agustus 2025. Dari total tersebut, 196 pelajar telah dikembalikan kepada orang tua mereka, sedangkan 155 orang dewasa masih menjalani pemeriksaan yang lebih mendalam.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyelidiki peran masing-masing dari orang dewasa yang ditangkap. "Iya (seluruh pelajar sudah dipulangkan). Untuk pemeriksaan terhadap 155 orang dewasa saat ini masih berjalan proses pendalaman. Untuk mengetahui peran mereka masing-masing," ungkapnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Dia juga menambahkan bahwa sejak Senin hingga Selasa, polisi telah menerima empat laporan resmi. Tiga laporan di antaranya berkaitan dengan kekerasan bersama terhadap orang, sedangkan satu kasus lainnya melibatkan perusakan kendaraan dan barang. "Perkara ini juga kami lakukan pendalaman secara simultan bersamaan pemeriksaan 155 orang yang diamankan. Kemudian kami juga berfokus untuk mengumpulkan bukti-bukti yang ada di lokasi kejadian maupun rekaman video yang kami dapat dari korban maupun saksi," jelasnya.
Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa salah satu korban dari tindakan anarkis adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Korban tersebut menjadi target amukan massa saat aksi unjuk rasa berlangsung di Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat pada hari Senin, 25 Agustus 2025. Mobil yang dikendarai oleh korban mengalami kerusakan parah pada bagian kaca dan bodinya. Penasihat hukum korban telah melaporkan kejadian ini kepada Polda Metro Jaya, dan hal ini telah dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Peristiwa tersebut bermula ketika korban, yang mengendarai mobil Hyundai Palisade berwarna hitam, baru saja meninggalkan gedung DPR untuk kembali ke kantornya. Namun, saat ia berusaha untuk berputar balik di bawah flyover dekat Senayan Park, puluhan pendemo menghadangnya.
"Dan melakukan pengrusakan secara bersama-sama terhadap mobil," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Selasa, 26 Agustus 2025. Ia menjelaskan bahwa massa tersebut langsung merusak mobil mewah itu dengan menggunakan kayu, batu, dan bahkan tangan kosong, sehingga menyebabkan kaca depan pecah dan bodi mobil mengalami kerusakan yang signifikan.
Setelah peristiwa tersebut, korban segera melaporkan kejadian itu kepada Polda Metro Jaya melalui kuasanya. Saat ini, pihak kepolisian tengah mencari pelaku dengan menerapkan Pasal 170 KUHP. "Sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan," tandas dia.