Pemprov DKI Dampingi Ratusan Anak yang Ditangkap Saat Kerusuhan Demo di DPR
Pendampingan dilakukan oleh tim psikolog yang berasal dari UPT Pusat Pelayanan Terpadu untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA).
Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta menegaskan bahwa mereka telah memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak yang ditangkap oleh aparat kepolisian saat terjadi unjuk rasa di depan Gedung DPR yang berujung pada kericuhan. Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Lin Mutmainnah, menjelaskan bahwa pendampingan tersebut dilakukan oleh tim psikolog dari UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA).
Lin menambahkan bahwa upaya pendampingan ini diambil untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi, baik dari segi psikologis maupun perlindungan hukum. "Pemprov DKI sudah memberikan pendampingan psikososial dari tim psikolog UPT PPA, Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta," ungkap Lin saat dihubungi oleh Liputan6.com pada Selasa (26/8/2025).
Ketika ditanyakan mengenai apakah anak-anak yang diamankan adalah pelajar dari Jakarta, Lin menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan proses pendataan lebih lanjut. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta belum dapat memastikan apakah seluruh anak yang ditangkap dalam aksi di DPR tersebut berasal dari Jakarta atau juga dari daerah lain.
"Untuk data detail pelajar DKI sedang kami inventarisir," kata Lin. Pendataan ini penting untuk memastikan bahwa setiap anak yang terlibat mendapatkan perlakuan dan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Polisi mengamankan 203 anak
Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan bahwa sebanyak 203 anak telah diamankan oleh polisi dalam demonstrasi yang ricuh di depan Gedung DPR pada malam hari, Senin (25/8/2025). "Menurut info 203 anak. Tapi angka pastinya saya sedang tunggu info resmi polisi," ujar Komisioner KPAI, Sylvana Maria, dalam keterangannya pada Selasa (26/8/2025).
KPAI telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta untuk mengawasi situasi tersebut. "Kami melakukan pengawasan lewat koordinasi dengan polisi, Dinas PPAPP, dan berbicara langsung dengan anak-anak yang diamankan," tambah Sylvana. Tujuan KPAI adalah untuk memastikan bahwa hak-hak anak yang telah diamankan oleh pihak Kepolisian terpenuhi.
"Dari KPAI pasti (menjamin pemenuhan hak anak). Saya sudah di Polda Metro Jaya dari jam 07.30 WIB sampai sekarang. Menunggu anak-anak yang sedang digali informasi pendalaman oleh polisi," jelasnya. KPAI berkomitmen untuk terus memantau dan melindungi anak-anak dalam situasi tersebut, demi memastikan kesejahteraan mereka.
Polisi mengembalikan 196 siswa
Polisi telah menangkap sebanyak 351 individu yang terlibat dalam unjuk rasa yang berakhir ricuh di area DPR/MPR Jakarta Pusat pada hari Senin, 15 Agustus 2025. Dari total tersebut, 196 pelajar telah dipulangkan kepada orang tua mereka, sedangkan 155 orang dewasa masih dalam proses pemeriksaan yang mendalam.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki peran masing-masing dari orang dewasa yang ditangkap. "Iya (seluruh pelajar sudah dipulangkan) Untuk pemeriksaan terhadap 155 orang dewasa saat ini masih berjalan proses pendalaman. Untuk mengetahui peran mereka masing-masing," ujarnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya pada Selasa, 26 Agustus 2025.