Polda Jabar Pulangkan 23 Demonstran Kericuhan, Termasuk 5 Anak-anak: Ini Alasannya

Polda Jabar memulangkan 23 demonstran yang terlibat kericuhan di Gedung DPRD Jabar, termasuk 5 anak-anak. Proses pemulangan Polda Jabar Pulangkan Demonstran ini dilakukan secara transparan. Apa alasan di balik keputusan ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Jabar Pulangkan 23 Demonstran Kericuhan, Termasuk 5 Anak-anak: Ini Alasannya
Polda Jabar memulangkan 23 demonstran yang terlibat kericuhan di Gedung DPRD Jabar, termasuk 5 anak-anak. Proses pemulangan Polda Jabar Pulangkan Demonstran ini dilakukan secara transparan. Apa alasan di balik keputusan ini? (Merdeka.com)

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) telah memulangkan sebanyak 23 orang demonstran yang sebelumnya diamankan pasca-aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung. Pemulangan ini dilakukan kepada orang tua atau keluarga masing-masing demonstran, menandai berakhirnya penahanan mereka. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pihak kepolisian kepada publik.

Dari total 147 orang yang diamankan, 23 orang di antaranya telah dipulangkan, dengan rincian 18 orang dewasa dan lima anak-anak. Selama berada dalam pengamanan, mereka mendapatkan perawatan kesehatan, makanan, serta pembinaan. Hal ini bertujuan agar para demonstran tidak kembali terlibat dalam aksi unjuk rasa serupa di kemudian hari.

Aksi unjuk rasa yang terjadi pada 29 hingga 31 Agustus 2025 tersebut dilaporkan tidak diawali dengan orasi penyampaian pendapat. Sebaliknya, aksi tersebut langsung diwarnai dengan pelemparan berbagai benda. Insiden ini menimbulkan kerusakan pada fasilitas umum dan mengganggu ketertiban publik di sekitar lokasi kejadian.

Aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jabar dilaporkan berlangsung ricuh sejak awal. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa demonstrasi ini langsung diikuti dengan pelemparan batu, kayu, hingga molotov ke arah petugas. Ribuan molotov dari botol miras dan benda besi lainnya dilemparkan, menunjukkan tingkat kekerasan yang terjadi.

Dampak dari kericuhan ini sangat signifikan terhadap fasilitas umum. Banyak fasilitas publik serta kendaraan roda dua yang terparkir di sekitar lokasi dibakar oleh massa. Kerusakan juga meluas ke fasilitas pelayanan masyarakat seperti pos polisi, kamera CCTV, dan sejumlah lampu lalu lintas (traffic light).

Perusakan traffic light ini secara langsung mengganggu arus lalu lintas di Kota Bandung. Akibatnya, beberapa titik jalan berpotensi menimbulkan kemacetan serius. Situasi ini tentu saja merugikan masyarakat dan memerlukan upaya pemulihan yang cepat.

Pihak kepolisian mencatat bahwa aksi ini tidak mencerminkan penyampaian aspirasi secara damai. Sebaliknya, tindakan destruktif mendominasi jalannya unjuk rasa, menimbulkan kerugian materiil dan mengancam keselamatan petugas serta masyarakat umum.

Proses pemulangan 23 demonstran ini merupakan bagian dari upaya Polda Jabar untuk menjaga kondusivitas. Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan bahwa pemulangan ini dilakukan dengan pertimbangan kemanusiaan dan hukum. Para demonstran, terutama anak-anak, mendapatkan pendampingan dan pembinaan sebelum dikembalikan kepada keluarga.

Polda Jabar berharap situasi pasca-kericuhan dapat segera pulih sepenuhnya. Seluruh pihak diimbau untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan masyarakat. Pentingnya menjaga kerukunan dan stabilitas menjadi fokus utama imbauan ini.

Selain itu, imbauan khusus ditujukan kepada para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka. Mengingat sebagian besar demonstran yang diamankan berusia muda dan ditangkap pada malam hingga dini hari, pengawasan orang tua menjadi krusial. Hendra menekankan bahwa banyak yang diamankan antara pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB.

Polda Jabar berharap agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat dapat segera kembali kondusif. Kerjasama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan menjaga lingkungan yang aman serta damai.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi