Partai Buruh Selesai Gelar Demo di DPR, Lalu Lintas Arah Slipi Masih Ditutup
Pantauan merdeka.com, mereka mulai meninggalkan lokasi demo secara perlahan sekitar pukul 12.20 WIB.
Ratusan buruh yang tergabung dalam Partai Buruh sudah mulai meninggalkan lokasi aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.
Diketahui, aksi yang digelar itu menyuarakan beberapa isu dan salah satunya penghapusan outsourcing.
Pantauan merdeka.com, mereka mulai meninggalkan lokasi demo secara perlahan sekitar pukul 12.20 WIB.
Meski sudah meninggalkan lokasi demo di DPR, rencananya mereka akan melanjutkan aksi tersebut di daerah atau wilayah masing-masing.
"Kita lakukan aksi-aksi kita di daerah kita masing-masing," ucap salah satu orator dari mobil komando atau orasi, Jakarta, Kamis (28/8).
Aksi yang digelar Partai Buruh melibatkan sejumlah serikat pekerja, di antaranya FSPMI, KSPI, SPN, dan SPAMK-FSPMI.
Saat ini, sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sudah mulai membersihkan jalan di depan Gedung DPR/MPR RI.
Untuk jalan di jalur arteri mengarah ke Jakarta Barat atau Slipi masih belum bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat atau lebih.
Namun, transportasi umum seperti Transjakarta sudah mulai bisa melewati jalan sejak berita ini diturunkan.
Tuntutan Demo Buruh
Berikut isu tuntutan demo buruh hari ini, Kamis (28/8):
1. Hapus Outsourching dan Tolak Upah Murah (HOSTUM). Naikkan Upah Minimum Tahun 2026 sebesar 8,5 sampai 10,5 persen.
2. Stop PHK: Bentuk Satgas PHK
3. Reformasi Pajak Perburuhan: Naikan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) Rp7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) per bulan, Hapus pajak pesangon, Hapus pajak THR, Hapus pajak JHT, Hapus diskriminasi pajak perempuan menikah.
4. Sahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Ketenagakerjaan tanpa Omnibuslaw.
5. Sahkan RUU Perampasan Aset: Berantas Korupsi.
6. Revisi RUU Pemilu: Redesign Sistem Pemilu 2029.