KPK Ungkap Pihak Minta Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tahanan Rumah
KPK menyampaikan bahwa penahanan Yaqut Cholil Qoumas dialihkan menjadi tahanan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penjelasan terkait permintaan pihak tertentu agar tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024, Yaqut Cholil Qoumas, ditempatkan dalam tahanan rumah.
Informasi mengenai ketidakhadiran mantan Menteri Agama tersebut di Rutan KPK awalnya disampaikan Silvia Harefa, istri dari mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel saat menjenguk suaminya di Rutan KPK.
“Pengalihan ini atas permohonan dari pihak keluarga pada tanggal 17 Maret 2026. Atas permohonan tersebut kemudian ditelaah dan dikabulkan dengan pertimbangan sesuai Pasal 108 ayat (1) dan (11), Undang-undang Nomor 20 tahun 2025 tentang KUHAP,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu (21/3).
Menurut Budi, proses penahanan rumah terhadap Yaqut bersifat sementara.
“Pelaksanaannya yakni dengan melakukan pengalihan jenis penahanannya, untuk sementara waktu. Selama melaksanakan pengalihan penahanan tersebut, KPK tetap melakukan pengawasan melekat dan pengamanan kepada yang bersangkutan,” jelas Budi.
Budi menambahkan bahwa penetapan status tahanan rumah Yaqut telah melalui prosedur yang benar.
“Kami pastikan bahwa proses pengalihan penahanan untuk sementara waktu ini sesuai ketentuan dan prosedur penyidikan maupun penahanan terhadap seorang tersangka,” tegas Budi.
Istri Immanuel Ebenezer dibongkar
Kabar Gus Yaqut tak ada ditahanan sebelumnya diungkapkan istri mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer atau Noel, Silvia Harefa saat menjenguk suaminya di Rutan KPK. Layanan menjenguk tahanan ini dibuka KPK di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Silvia bertemu Noel kurang lebih selama tiga jam, dari pukul 10.00 - 13.00 WIB. Silvia mengobrol banyak hal dengan Noel, termasuk diberi tahu sang suami bahwa eks Menag Yaqut Cholil Qoumas tidak ada sejak Kamis malam.
"Ini sih, tadi sih sempat nggak ngelihat Gus Yaqut ya. Infonya sih katanya keluar hari Kamis malam," kata Silvia kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (21/3).
Hal ini membuat tahanan lain bertanya-tanya terkait keberadaan eks Menteri Agama tersebut.
"Semuanya pada tahu mengenai itu. Cuma mereka kan bertanya-tanya saja gitu kan katanya ada pemeriksaan, tapi kan nggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada periksa gitu kan. Sampai hari ini nggak ada," sambung Silvia.