Kodam Pattimura Tegaskan Oknum Terlibat Pungli Seleksi TNI AD Akan Diproses Hukum
Kodam XV/Pattimura serius menindak oknum anggota yang terlibat pungli seleksi TNI AD di Kepulauan Aru, memastikan proses hukum berjalan transparan dan tanpa intervensi.
Kodam XV/Pattimura menegaskan komitmennya untuk memproses hukum oknum anggota yang diduga terlibat pungutan liar (pungli), penipuan, dan percaloan dalam seleksi penerimaan Calon Tamtama (Cata) TNI AD. Kejadian ini terjadi di wilayah Kepulauan Aru dan telah menjadi perhatian serius pihak militer.
Dua oknum berinisial Kapten SS dan Sertu ER kini sedang dalam penanganan aparat terkait untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kepala Penerangan Kodam XV/Pattimura, Kolonel Inf Heri Krisdianto, memastikan proses ini berjalan transparan dan akuntabel.
Dugaan kasus pungli seleksi TNI AD ini dilaporkan telah berlangsung sejak Mei 2025, mendorong Kodam untuk bertindak tegas. Institusi militer ini menjunjung tinggi akuntabilitas dan siap menindak setiap pelanggaran yang terjadi tanpa pandang bulu.
Proses Hukum Tegas bagi Oknum Terlibat Pungli
Kolonel Inf Heri Krisdianto menjelaskan bahwa Kodam XV/Pattimura merespon dugaan kasus pungli ini dengan sangat serius dan terbuka kepada publik. Pihaknya memastikan tidak ada intervensi dalam proses penegakan hukum terhadap oknum yang terlibat. Setiap pelanggaran akan diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Salah satu oknum yang disebutkan, Kapten SS, dikonfirmasi bukan merupakan anggota organik Kodam XV/Pattimura, melainkan bertugas di wilayah Papua. Sementara itu, oknum Sertu ER sedang menjalani penyelidikan dan penyidikan oleh Staf Intelijen Kodam (Sinteldam) XV/Pattimura. Proses ini dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Kapendam Heri Krisdianto menekankan bahwa setiap oknum yang terbukti melanggar akan diproses secara tegas tanpa pandang bulu. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Kodam dalam membersihkan praktik pungli dan penipuan dalam seleksi prajurit. Hal ini juga untuk menjaga integritas institusi.
Imbauan dan Edukasi untuk Masyarakat
Kodam XV/Pattimura mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan oleh praktik pungli seleksi TNI AD ini untuk segera melapor ke Polisi Militer terdekat. Laporan korban sangat penting untuk mempercepat proses penanganan dan pengungkapan kasus secara menyeluruh. Hal ini juga membantu dalam mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.
Heri Krisdianto menegaskan bahwa TNI tidak pernah memungut biaya dalam proses rekrutmen prajurit. Ia meminta masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan janji kelulusan yang disertai imbalan tertentu. Praktik semacam ini adalah bentuk penipuan murni dan bukan merupakan kebijakan resmi dari TNI.
Proses penerimaan prajurit bersifat gratis, transparan, dan tidak membutuhkan perantara atau calo. Kodam XV/Pattimura secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk menghindari keberadaan calo rekrutmen. Berbagai kanal komunikasi resmi dan kegiatan langsung digunakan untuk menyampaikan pesan ini.
Pangdam XV/Pattimura juga telah beberapa kali memberikan peringatan keras kepada jajarannya agar tidak terlibat dalam praktik pungli atau percaloan. Jika terbukti melanggar, sanksi hukum akan diterapkan tanpa toleransi. Ini menunjukkan komitmen pimpinan dalam menjaga integritas institusi.
Menjaga Kepercayaan Publik dan Integritas TNI
Kodam XV/Pattimura terus berupaya menjaga kepercayaan publik dengan memegang teguh prinsip profesionalitas dalam setiap rekrutmen. Pihaknya juga terbuka terhadap laporan masyarakat terkait dugaan penyelewengan dalam proses seleksi prajurit. Transparansi menjadi kunci utama dalam setiap langkah yang diambil.
Kolonel Inf Heri Krisdianto menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya kolaborasi. "Kami bersama menjaga kehormatan TNI dan melindungi masyarakat dari praktik-praktik merugikan," pungkasnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Kodam untuk melindungi masyarakat dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk memastikan bahwa setiap calon prajurit memiliki kesempatan yang sama dan adil. Tidak ada ruang bagi praktik KKN dalam proses seleksi yang seharusnya bersih dan berintegritas. Kodam XV/Pattimura akan terus mengawal proses ini.
Sumber: AntaraNews