Pangdam Udayana Lantik 137 Bintara Infanteri, Siap Hadapi Dinamika Tugas
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto resmi melantik 137 prajurit Bintara Infanteri di Tabanan, menandai awal pengabdian mereka sebagai tulang punggung TNI AD.
Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto secara resmi melantik 137 prajurit Bintara Infanteri dalam upacara penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran. Upacara tersebut diselenggarakan di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Tabanan, Bali, pada Jumat, 24 April 2026.
Pelantikan ini merupakan momen penting dan bersejarah bagi para prajurit yang telah berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan intensif. Mereka kini siap mengemban tugas sebagai Bintara TNI Angkatan Darat setelah melewati proses penuh disiplin, dedikasi, dan pengorbanan.
Keberhasilan ini bukan hanya sekadar kelulusan, melainkan awal dari pengabdian nyata sebagai prajurit. Pangdam menekankan pentingnya profesionalisme, ketangguhan, dan karakter dalam menghadapi berbagai dinamika tugas di lapangan.
Tonggak Awal Pengabdian Prajurit Bintara
Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan selamat kepada 137 Bintara lulusan Dikmaba Infanteri yang kini resmi menyandang pangkat Sersan Dua. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti kesiapan awal mereka untuk mengemban tugas mulia sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.
Pangdam mengingatkan bahwa momen pelantikan ini merupakan tonggak penting yang menandai berakhirnya pendidikan intensif. Namun, ini juga menjadi titik awal bagi para prajurit untuk memulai pengabdian nyata kepada bangsa dan negara.
Para prajurit diharapkan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai dasar keprajuritan. Ini meliputi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain itu, Pangdam juga menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri dan institusi dengan menghindari segala bentuk pelanggaran.
Pembekalan Kemampuan dan Adaptasi Dinamika Tugas
Lulusan Dikmaba Infanteri telah dibekali kemampuan fisik, mental, dan intelektual yang komprehensif. Pembekalan ini bertujuan membentuk prajurit infanteri yang profesional, tangguh, dan berkarakter.
Kesiapan ini sangat vital dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan yang semakin kompleks. Prajurit harus mampu menghadapi berbagai tantangan dengan sigap dan efektif.
Pangdam menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan lingkungan strategis, termasuk ancaman nonkonvensional seperti perang siber. Hal ini menuntut kewaspadaan dan pemahaman teknologi yang mumpuni.
Dalam konteks modern, Pangdam juga mengimbau para prajurit untuk bijak dalam penggunaan media sosial. Hal ini penting untuk menjaga citra diri dan institusi di era digital.
Prestasi dan Demonstrasi Keterampilan Prajurit
Selama dua bulan masa pendidikan, lembaga menerapkan penilaian Tri Pola Dasar Pendidikan yang ketat. Penilaian ini mencakup berbagai aspek untuk mengukur kompetensi prajurit.
Tiga prajurit berhasil meraih prestasi terbaik dalam pendidikan ini. Serda Venryanto Tanii A.Md.Pi menjadi peraih nilai tertinggi Tri Pola Dasar serta aspek sikap dan perilaku.
Sementara itu, Serda Khoirul Ali Sarif unggul di bidang pengetahuan dan keterampilan, dan Serda Aldy Banamtuan meraih prestasi terbaik pada bidang jasmani militer.
Sebagai bagian dari upacara, para lulusan juga menampilkan demonstrasi kemampuan yang memukau. Mereka menunjukkan beladiri militer dan aksi Separko, perpaduan teknik tempur tangan kosong, penggunaan senjata tajam, dan koreografi teatrikal.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman menyatakan bahwa keberhasilan ini mencerminkan komitmen Kodam IX/Udayana. Komitmen tersebut adalah mencetak prajurit yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan karakter kuat.
Sumber: AntaraNews