314 Prajurit Siswa Resmi Ikuti Pendidikan Tamtama TNI AD di Rindam XXII/TB

Sebanyak 314 prajurit siswa telah resmi memulai Pendidikan Tamtama TNI AD gelombang I tahun 2026 di Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, siap dibentuk menjadi infanteri tangguh dan profesional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
314 Prajurit Siswa Resmi Ikuti Pendidikan Tamtama TNI AD di Rindam XXII/TB
Sebanyak 314 prajurit siswa telah resmi memulai Pendidikan Tamtama TNI AD gelombang I tahun 2026 di Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, siap dibentuk menjadi infanteri tangguh dan profesional. (AntaraNews)

Sebanyak 314 prajurit siswa telah resmi memulai pendidikan pertama tamtama infanteri TNI Angkatan Darat (AD) gelombang I tahun 2026. Pendidikan ini diselenggarakan di Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan dibuka pada hari Sabtu. Para prajurit siswa ini akan menjalani proses pembentukan karakter dan fisik yang ketat.

Komandan Rindam XXII/TB Brigjen TNI Ali Akhwan menyatakan bahwa 314 prajurit siswa ini sebelumnya telah melalui seleksi ketat. Mereka kini akan menjalani “pendidikan kawah candradimuka” untuk mempersiapkan diri menjadi prajurit sejati. Proses ini merupakan tahapan krusial dalam perjalanan mereka mengabdi kepada negara.

Tujuan utama dari pendidikan tamtama ini adalah untuk membentuk karakter, mental, dan fisik prajurit. Harapannya, melalui pendidikan ini akan tercetak prajurit infanteri yang tangguh, profesional, dan dicintai oleh rakyat. Pendidikan ini menjadi fondasi awal bagi karir militer mereka.

Pendidikan tamtama infanteri TNI AD dirancang untuk menciptakan prajurit yang memiliki kapabilitas tinggi dalam menjalankan tugas-tugas di lapangan. Fokus utama adalah pada pengembangan mental yang kuat, fisik yang prima, serta karakter yang disiplin. Ini selaras dengan kebutuhan TNI AD untuk memiliki personel yang siap menghadapi berbagai tantangan.

Danrindam menegaskan bahwa pendidikan ini merupakan proses awal yang fundamental dalam pembentukan identitas seorang prajurit. Setiap tahapan pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kemiliteran dan etos kerja yang diperlukan. Pembentukan identitas ini mencakup loyalitas, integritas, dan semangat pengabdian.

Brigjen TNI Ali Akhwan juga berpesan agar para siswa dapat memanfaatkan waktu pendidikan yang relatif singkat ini dengan sebaik-baiknya. Mereka diharapkan belajar dan berlatih sungguh-sungguh guna menguasai ilmu dasar prajurit tamtama infanteri TNI AD. Penekanan pada penguasaan ilmu dasar ini sangat penting sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas di satuan nantinya.

Pendidikan yang dijalani para prajurit siswa ini akan menjadi bekal berharga dalam pelaksanaan tugas di satuan setelah lulus nanti. Hal ini disampaikan oleh Brigjen TNI Ali Akhwan saat menyampaikan amanat dari Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin. Kesiapan mereka di satuan akan sangat bergantung pada fondasi yang dibangun selama pendidikan.

Selain itu, Danrindam juga menekankan pentingnya semangat pantang menyerah selama menjalani masa pendidikan. Tantangan dan kesulitan yang dihadapi dalam latihan harus dijadikan motivasi untuk terus maju. Semangat ini krusial untuk membentuk mental baja yang dibutuhkan seorang prajurit.

Menjadi seseorang yang terpilih sebagai prajurit TNI adalah suatu kehormatan dan kebanggaan yang besar. Kebanggaan ini tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga oleh keluarga besar. Pengabdian kepada negara melalui jalur militer merupakan wujud nyata dari cinta tanah air dan dedikasi yang tinggi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi