Pangdam Udayana Dukung Penuh Sinergi Keamanan Bali NTT, Jaga Kondusivitas Wilayah Pariwisata
Simak bagaimana Pangdam Udayana dan Pemprov Bali-NTT bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memastikan Bali tetap kondusif sebagai destinasi pariwisata dunia melalui Sinergi Keamanan Bali NTT.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan ini bertujuan menjaga serta mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bali.
Pernyataan dukungan ini disampaikan oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto pada Jumat. Pertemuan penting ini dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, serta berbagai unsur Forkopimda.
Pertemuan tersebut berlangsung di Denpasar, Bali, pada Jumat, 31 Januari. Diskusi fokus pada isu aktual dinamika sosial kemasyarakatan, khususnya hubungan antara masyarakat Bali dan pendatang asal NTT, demi menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas Bali sebagai destinasi wisata dunia.
Dukungan Penuh TNI untuk Stabilitas Keamanan
Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, menegaskan pentingnya menjaga Bali sebagai ikon pariwisata yang sangat sensitif. Ia menyatakan tidak akan membiarkan tindakan oknum merusak ketenteraman bersama di wilayah tersebut. TNI siap bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan tokoh masyarakat untuk langkah preventif yang terukur.
Komitmen ini diperkuat oleh Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman yang menegaskan dukungan penuh Kodam IX/Udayana. Sinergi ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Bali. Kodam Udayana bertekad memperkuat koordinasi dengan semua pemangku kepentingan untuk mencegah potensi konflik.
Upaya ini juga mencakup menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan Bali tetap aman, damai, dan nyaman. Hal ini penting untuk mempertahankan reputasinya sebagai destinasi pariwisata dunia. Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang harmonis.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Forkopimda Atasi Konflik Sosial
Pertemuan penting ini dipimpin oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai unsur. Hadir pula Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, dan Kajati Bali Chatarina Muliana.
Gubernur Koster menekankan pentingnya penyelesaian persoalan secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Pendekatan ini melibatkan sinergi pemerintah daerah, Forkopimda, dan tokoh masyarakat. Tujuannya adalah mengedepankan pencegahan konflik horizontal dan perlindungan warga tertib administrasi.
Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma menyampaikan permohonan maaf atas perilaku segelintir oknum warga NTT yang mengganggu keharmonisan di Bali. Ia menegaskan komitmen Pemprov NTT untuk melakukan pembinaan, pengawasan, serta mendukung penegakan hukum.
Selain itu, Asadoma juga mengimbau seluruh warga NTT di perantauan agar menghormati adat, budaya, dan hukum setempat. Sejumlah kepala daerah dari wilayah Sumba turut menyatakan komitmen serupa. Mereka berjanji meningkatkan pembinaan masyarakat dan membuka lapangan kerja di daerah asal guna menekan permasalahan.
Strategi Pencegahan dan Penegakan Aturan Administrasi
Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya dan Kajati Bali Chatarina Muliana menyoroti pentingnya penguatan pengawasan. Ini meliputi kelengkapan administrasi, keterlibatan pemberi kerja, serta patroli siber. Langkah-langkah ini krusial untuk mencegah penyebaran konten provokatif yang dapat memicu konflik.
Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menerapkan pola penanganan hulu-hilir yang komprehensif. Pola ini dimulai dari rekomendasi dan pembekalan warga sebelum merantau ke Bali. Tujuannya adalah memastikan mereka memahami dan mematuhi aturan setempat.
Selain itu, penegakan aturan administrasi di daerah tujuan juga akan diperketat. Hal ini demi terwujudnya Bali yang aman, damai, dan harmonis. Seluruh upaya ini diharapkan dapat menjaga kondusivitas wilayah dan mendukung pariwisata berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews