Sebanyak 1.588 prajurit TNI Angkatan Darat dilepas oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto di Secata Rindam IX/Udayana, Buleleng, Bali, pada Jumat (07/11) lalu. Pelepasan ini menandai dimulainya penugasan mereka di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ribuan Prajurit TNI Teritorial ini akan ditempatkan di lima Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). Satuan tersebut meliputi Yonif TP 834/WM, Yonif TP 835/SYB, Yonif TP 875/SYP, Yonif TP 876/Pa Aing La Urra Tana, dan Yonif TP 877/Biinmaffo yang tersebar di kedua provinsi tersebut.
Dalam arahannya, Pangdam Piek Budyakto menekankan pentingnya menjaga disiplin, ketertiban, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku di satuan. Ia juga mengingatkan para prajurit untuk senantiasa bersemangat dalam menjalankan tugas di mana pun mereka ditempatkan.
Advertisement
Advertisement
Penempatan 1.588 Prajurit TNI Teritorial ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan teritorial di wilayah NTB dan NTT. Mereka akan bertugas di berbagai lokasi yang menjadi bagian dari lima batalyon infanteri tersebut, memastikan kehadiran TNI yang lebih merata.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman menjelaskan bahwa pelepasan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga momentum penting. Ini untuk meneguhkan semangat juang dan pengabdian setiap prajurit yang siap bertugas di satuan baru.
Pangdam IX/Udayana ingin memastikan seluruh prajurit siap secara fisik, mental, dan moral untuk bertugas dengan penuh tanggung jawab. Penugasan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat setempat.
Advertisement
Kehadiran para prajurit Yonif Teritorial Pembangunan di wilayah tersebut diharapkan mampu mendukung stabilitas keamanan. Mereka juga diharapkan menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat, membantu rakyat, dan memperkuat persatuan bangsa.
Advertisement
Mayjen TNI Piek Budyakto secara tegas mengingatkan setiap prajurit untuk selalu menjaga disiplin dan ketertiban. Kepatuhan terhadap aturan satuan adalah fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas Prajurit TNI Teritorial.
Ia juga menyoroti peran krusial para komandan dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap anggotanya. "Para komandan agar tidak bosan melakukan pengecekan dan pembinaan. Bila ada pelanggaran, segera ambil langkah-langkah pembinaan secara tegas dan terukur," kata Pangdam.
Selain itu, Pangdam menekankan pentingnya menjaga semangat dan kebersamaan di mana pun prajurit bertugas. "Jaga pangkalan agar tetap rapi dan bersih. Kalian harus tetap bersemangat apapun kondisinya. Karena saat menjadi tentara, kalian telah siap untuk ditempatkan di mana saja," ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Pangdam menutup arahannya dengan pesan moral yang mendalam bagi seluruh Prajurit TNI Teritorial. Ia meminta setiap prajurit untuk selalu mempedomani dan mengamalkan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI dalam setiap langkah pengabdian mereka.
Harapan besar disematkan kepada para prajurit agar dapat menjadi teladan positif di tengah masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan membawa dampak positif, menjaga persatuan, serta memperkuat kecintaan rakyat kepada TNI.
"Jadilah prajurit yang dicintai rakyat dan senantiasa menjaga kehormatan satuan," pesan Pangdam. Pesan ini menggarisbawahi esensi tugas TNI sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Advertisement
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman menambahkan bahwa prajurit TNI harus membawa misi untuk membantu rakyat. Di mana pun mereka berada, tugas mereka adalah memperkuat persatuan dan menjaga kedaulatan bangsa.
Sumber: AntaraNews