Pangdam Hasanuddin Tutup Dikmata TNI AD Gelombang II, 2.434 Prajurit Baru Siap Mengabdi!
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno resmi menutup Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata TNI AD) Gelombang II TA 2025, melantik 2.434 prajurit baru yang siap mengabdi.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno secara resmi menutup Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2025. Upacara penutupan ini dilaksanakan di Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 14 September, menandai berakhirnya masa pendidikan yang intensif bagi ribuan calon prajurit.
Acara penutupan pendidikan ini berlangsung lancar dan sukses, seperti yang disampaikan oleh Mayjen TNI Windiyatno. Sebanyak 2.434 siswa yang telah menyelesaikan pendidikan ini kini secara resmi menyandang predikat prajurit TNI Angkatan Darat, siap mengemban tugas negara.
Penutupan Dikmata TNI AD ini tidak hanya terpusat di Rindam XIV/Hasanuddin Pakatto, tetapi juga dilaksanakan di dua lokasi lain. Yakni, di Lapangan Yudhawastu Pramuka, Dodiklatpur Rindam XIV/Hasanuddin Kabupaten Bone, dan Lapangan Sapta Marga, Secata Rindam XIV/Hasanuddin, Malino, menunjukkan cakupan luas dari kegiatan penting ini.
Amanat KSAD: Awal Perjalanan Pengabdian Prajurit
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam Mayjen TNI Windiyatno membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. KSAD menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh prajurit baru yang telah resmi dilantik, mengakui bahwa mereka telah melewati tempaan yang tidak mudah.
Amanat tersebut menekankan bahwa seluruh prajurit telah menunjukkan disiplin dan ketahanan yang tinggi. "Semua itu, penuh disiplin dan penuh tantangan untuk menyandang predikat prajurit TNI Angkatan Darat," kutip Windiyatno dari amanat KSAD.
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga mengingatkan bahwa pendidikan yang baru saja diselesaikan bukanlah akhir dari pencapaian, melainkan awal dari perjalanan panjang pengabdian. Perjalanan ini sebagai seorang prajurit dan patriot bangsa, yang akan penuh dengan tantangan dan kesempatan untuk berkontribusi.
KSAD berpesan agar para prajurit baru senantiasa mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks. "Persiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks dengan disiplin, kesabaran, dan ketulusan," pesannya.
Prajurit Multi-Peran: Penjaga Kedaulatan dan Pembangun Bangsa
Para lulusan Dikmata Gelombang II TA 2025 ini memiliki peran strategis yang akan diemban setelah pendidikan. Mereka akan mengisi Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP), sebuah penugasan yang menegaskan fungsi multi-peran prajurit TNI Angkatan Darat.
Tugas mereka tidak hanya terbatas pada aspek tempur, melainkan juga meliputi pembangunan dan penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ini berarti prajurit baru akan menjadi penjaga kedaulatan negara, sekaligus motor penggerak pembangunan di berbagai daerah.
Selain itu, prajurit juga diharapkan menjadi figur yang mampu mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa.
KSAD juga mengingatkan seluruh prajurit baru untuk selalu menjalankan tugas dengan disiplin, rendah hati, dan penuh rasa tanggung jawab. "Jadilah kebanggaan TNI AD, kebanggaan bangsa, dan kebanggaan keluarga anda," tutupnya, memberikan motivasi dan harapan besar kepada para prajurit muda.
Sumber: AntaraNews