Sulawesi Selatan Matangkan Persiapan MTQ Korpri Nasional 2026, Siap Sambut Ribuan ASN
Sulawesi Selatan terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri Nasional 2026. Ajang syiar Al-Quran ini akan memperkuat persaudaraan dan etika ASN, serta membawa dampak ekonomi signifikan bagi daerah.
Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Sulawesi Selatan tengah gencar mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional 2026. Perhelatan akbar ini dijadwalkan berlangsung di daerah tersebut pada Agustus 2026, menandai komitmen Sulsel dalam menyelenggarakan acara berskala nasional.
MTQ Korpri Nasional 2026 ini akan menjadi ajang penting bagi aparatur sipil negara (ASN) dari seluruh Indonesia untuk berkompetisi dalam syiar Al-Quran. Ribuan peserta, ofisial, dan pendamping dari 38 provinsi serta perwakilan kementerian dan lembaga diperkirakan akan hadir.
Acara ini tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga bertujuan memperkuat persaudaraan, meningkatkan kolaborasi lintas instansi, dan mengokohkan nilai-nilai keagamaan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mendorong penguatan integritas dan etika ASN dalam pelayanan publik.
Kesiapan Sulawesi Selatan sebagai Tuan Rumah MTQ Korpri Nasional 2026
Ketua Korpri Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan pentingnya kualitas pelayanan sebagai tuan rumah. “Kita harus memperhatikan kualitas pelayanan sebagai tuan rumah pada perhelatan ini. Bagaimana kita memberikan kesan yang baik,” ujarnya di Makassar. Penunjukan Sulsel sebagai tuan rumah ajang nasional dua tahunan ini merupakan kesempatan emas.
Kesempatan ini akan memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat pelaksanaan kegiatan nasional di kawasan Indonesia timur. Kepercayaan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Umum Korpri Nasional, Zudan Arif Fakrulloh.
Pelaksanaan MTQ Korpri Nasional 2026 akan dibagi di dua lokasi utama. Kota Makassar akan menjadi lokasi pembukaan, sementara Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) akan menjadi tempat penutupan acara. Pembagian lokasi ini menunjukkan kesiapan infrastruktur daerah dalam menyambut delegasi dari seluruh penjuru nusantara.
Tujuan dan Dampak MTQ Korpri Nasional 2026 bagi ASN dan Ekonomi Lokal
Selain sebagai ajang syiar Al-Quran di kalangan aparatur sipil negara (ASN), kegiatan ini juga berfungsi sebagai forum nasional. Forum ini bertujuan memperkuat persaudaraan dan meningkatkan kolaborasi lintas instansi. Pengokohan nilai-nilai keagamaan dalam pelaksanaan pemerintahan juga menjadi fokus utama.
Tema yang diusung adalah “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh”. Tema ini diharapkan mendorong penguatan integritas dan etika ASN dalam pelayanan publik. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.
MTQ Korpri Nasional 2026 juga diproyeksikan memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian lokal. Sektor perhotelan, transportasi, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi lokal di Sulawesi Selatan akan merasakan manfaatnya. Ini menciptakan peluang bisnis dan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Ketua Umum Korpri Nasional Zudan Arif Fakrulloh telah meluncurkan dan menyosialisasikan ajang ini pada 14 Februari lalu. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam persiapan dan promosi acara berskala nasional ini.
Cabang Lomba dan Potensi Kafilah Sulawesi Selatan
MTQ VIII Korpri Nasional 2026 akan mempertandingkan 12 cabang lomba yang beragam. Dari 12 cabang tersebut, terdapat 36 kategori yang akan diikuti oleh para peserta. Ini memberikan kesempatan luas bagi ASN untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka dalam membaca dan memahami Al-Quran.
Jufri Rahman juga menekankan pentingnya persiapan kafilah Sulawesi Selatan. “Selain itu, kita juga harus segera mempersiapkan potensi-potensi terbaik untuk kafilah Sulsel pada MTQ Korpri Nasional ini,” katanya. Hal ini bertujuan agar Sulsel dapat berprestasi maksimal sebagai tuan rumah dan peserta.
Persiapan yang matang tidak hanya mencakup penyelenggaraan acara, tetapi juga pengembangan bakat ASN lokal. Dengan demikian, Sulawesi Selatan berharap dapat menjadi contoh baik dalam penyelenggaraan dan partisipasi aktif dalam ajang keagamaan nasional ini.
Sumber: AntaraNews