MTQ Kupang Perkuat Harmoni Sosial dan Toleransi di Tengah Keberagaman
Pemerintah Kota Kupang dorong Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagai sarana memperkuat harmoni sosial dan toleransi di tengah keberagaman. MTQ bukan hanya lomba, tetapi wadah pengamalan nilai Al-Quran.
Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Kegiatan ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi terciptanya harmoni sosial yang berkelanjutan di kota tersebut. Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menekankan pentingnya MTQ sebagai ruang pembelajaran dan pengamalan nilai-nilai Al-Quran.
Diselenggarakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, MTQ ke-31 ini diikuti oleh 165 peserta dari enam kecamatan. Acara ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci umat Islam. Tujuan utamanya adalah untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Melalui kegiatan keagamaan ini, Pemkot Kupang berupaya untuk menjaga dinamika kota yang terus berkembang dengan tetap memegang teguh prinsip toleransi. MTQ menjadi sarana strategis untuk menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi jembatan untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain.
MTQ sebagai Pilar Penguat Harmoni Sosial di Kupang
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan membaca Al-Quran. Ia menyatakan, “MTQ bukan hanya tentang siapa yang terbaik dalam membaca. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk menumbuhkan kecintaan kita kepada Al Quran, agar nilai-nilainya benar-benar hidup dalam sikap dan tindakan kita.”
Di tengah perkembangan pesat Kota Kupang, kegiatan keagamaan seperti MTQ memegang peranan vital dalam menjaga harmoni sosial. Serena Francis menekankan bahwa iman yang kuat harus selalu sejalan dengan sikap saling menghargai. Hidup damai dalam keberagaman merupakan cerminan dari masyarakat yang beradab dan toleran.
Francis menambahkan, “Perbedaan bukan alasan untuk menjauh, tetapi kesempatan untuk saling memahami dan menghargai. Inilah wajah Kota Kupang yang kita banggakan, kota yang rukun, damai, dan penuh toleransi.” Ia juga mengapresiasi umat Muslim yang selama ini terus menjaga suasana damai dan harmonis di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Apresiasi juga disampaikan kepada panitia, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), para alim ulama, serta seluruh pihak yang berkontribusi. Mereka telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Francis berharap para peserta menjadikan MTQ sebagai momentum mengasah kemampuan sekaligus memperkuat persaudaraan. Ia berpesan, “Bertandinglah dengan semangat, tetapi tetap menjunjung tinggi persaudaraan. Jadikan pengalaman ini bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk membawa kebaikan bagi masyarakat.”
Antusiasme Peserta dan Target MTQ Tingkat Provinsi 2026
Ketua Panitia MTQ Tingkat Kota Kupang Tahun 2026, Rahmat Mukolang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya peningkatan pemahaman. Selain itu, MTQ juga bertujuan untuk memperdalam pengamalan Al-Quran di tengah masyarakat Kota Kupang. Ia menjelaskan, “Tujuan utama MTQ ini adalah meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran, memperdalam pemahaman keagamaan, serta menyiapkan peserta terbaik untuk mewakili Kota Kupang pada MTQ tingkat provinsi.”
MTQ ke-31 ini diikuti oleh 165 peserta yang berasal dari enam kecamatan di Kota Kupang. Para peserta akan berkompetisi dalam enam cabang lomba yang mencakup 25 mata lomba yang berbeda. Cabang-cabang tersebut meliputi Tilawatil Quran, Hifzhil Quran, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Hadrah, dan Tafsir Al-Quran.
Rahmat Mukolang juga menyampaikan bahwa kegiatan akbar ini didukung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kupang Tahun Anggaran 2026. Selain itu, kontribusi dari berbagai pihak juga turut menyukseskan penyelenggaraan MTQ. Panitia berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan membumikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan masyarakat.
Wakil Wali Kota Francis turut menyampaikan harapannya agar Kota Kupang dapat meraih hasil terbaik pada MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2026 mendatang. Sebelumnya, Kota Kupang berhasil menempati posisi juara kedua pada ajang serupa. Hal ini menunjukkan potensi besar para qari dan qariah dari Kupang.
Sumber: AntaraNews