Wali Kota Mataram Lepas 85 Kafilah MTQ Mataram ke Tingkat Provinsi, Tekankan Diplomasi Sosial
Wali Kota Mataram resmi melepas 85 kafilah MTQ Mataram untuk berlaga di tingkat Provinsi NTB. Ia menekankan pentingnya akhlak mulia dan diplomasi sosial sebagai syiar Islam.
Pemerintah Kota Mataram secara resmi melepas 85 kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang akan berlaga pada MTQ Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat ke-31. Acara pelepasan ini berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah mulai tanggal 7 hingga 16 Juni 2026.
Pelepasan kafilah MTQ Mataram ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, didampingi oleh sejumlah pejabat setempat. Kegiatan tersebut bertempat di ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, pada hari Minggu.
Wali Kota Mataram menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih prestasi semata. Namun, ia juga menjadi ruang penting untuk membangun karakter, memperkuat ukhuwah, dan menampilkan wajah terbaik daerah di hadapan masyarakat luas.
MTQ: Lebih dari Sekadar Kompetisi, Wujud Diplomasi Sosial
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar ajang perlombaan. Ia mengibaratkan pelaksanaan MTQ sebagai bentuk "diplomasi sosial" dan syiar Islam yang penting bagi daerah.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para peserta dari seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat untuk membangun persaudaraan. Selain itu, MTQ juga berfungsi untuk mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam bingkai syiar Islam.
Para kafilah yang berjumlah 85 orang ini diharapkan tidak hanya fokus pada kemenangan, melainkan juga menjadi duta Kota Mataram. Mereka harus mampu berinteraksi dengan baik dan menampilkan citra positif daerah melalui sikap dan perilaku selama rangkaian kegiatan MTQ.
Kesiapan Mental dan Optimisme Wali Kota untuk Kafilah Mataram
Selain kemampuan teknis yang telah diasah selama masa pembinaan, Wali Kota Mohan Roliskana juga menyoroti pentingnya kesiapan mental dan kepercayaan diri bagi para kafilah. Faktor psikologis seringkali menjadi penentu keberhasilan seorang peserta dalam menampilkan kemampuan terbaiknya di arena lomba.
"Kalian sudah dibekali ilmu dan pemahaman yang cukup. Sekarang yang diperlukan adalah kepercayaan diri, kematangan mental, dan kemampuan beradaptasi dengan situasi di arena lomba," ujar Wali Kota Mataram. Kemampuan beradaptasi, mengelola tekanan, dan menjaga rasa percaya diri menjadi bagian penting yang harus dimiliki setiap kafilah.
Wali Kota menyatakan optimismenya terhadap kemampuan kafilah Kota Mataram yang tahun ini mengikuti hampir seluruh cabang yang diperlombakan. Ia menilai Kota Mataram memiliki modal sumber daya manusia yang kuat, tingkat literasi yang baik, serta potensi generasi muda yang mampu bersaing dan memberikan hasil terbaik di tingkat provinsi.
Optimisme tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk tampil maksimal tanpa menjadikan target prestasi sebagai beban. Hal terpenting adalah memberikan kemampuan terbaik serta menjaga nama baik Kota Mataram selama mengikuti kompetisi.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Kota Mataram
Pemerintah Kota Mataram, melalui Wali Kota Mohan Roliskana, meminta agar tradisi positif yang selama ini terpelihara terus dilanjutkan. Tradisi ini adalah keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengunjungi dan memberikan dukungan langsung kepada para kafilah selama mengikuti MTQ.
Dukungan langsung dari OPD diharapkan dapat menjadi penyemangat signifikan bagi para peserta. Hal ini penting agar mereka dapat tampil maksimal dan membawa prestasi terbaik bagi Kota Mataram di ajang provinsi.
Dengan persiapan matang dan dukungan penuh, diharapkan 85 kafilah MTQ Mataram mampu menorehkan hasil gemilang. Mereka diharapkan dapat mengharumkan nama kota di kancah MTQ Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sumber: AntaraNews