Wali Kota Semarang Jalin Silaturahmi Ulama Dukung Persiapan MTQ Nasional Semarang ke-31

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti gencar bersilaturahmi dengan ulama setempat, memohon dukungan dan arahan untuk menyukseskan Persiapan MTQ Nasional Semarang ke-31 yang akan digelar September 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Semarang Jalin Silaturahmi Ulama Dukung Persiapan MTQ Nasional Semarang ke-31
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti intensifkan pertemuan dengan ulama setempat, memohon dukungan penuh untuk kesuksesan gelaran akbar MTQ Nasional ke-31 pada September 2026. (AntaraNews)

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah ulama di wilayahnya. Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memohon dukungan penuh. Upaya ini dilakukan dalam rangka menyukseskan gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31.

Kunjungan penting ini dimulai pada Rabu, 2 April, dengan menyambangi KH Shodiq Hamzah, Pengasuh Pondok Pesantren Assodiqiyah Semarang. Silaturahmi kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Addainuriyah 2 Sendangguwo yang dipimpin oleh K.H. Dzikron Abdullah.

Pada hari yang sama, Agustina juga mengunjungi kediaman Ali Mufiz, mantan Wakil Gubernur dan Gubernur Jawa Tengah. Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk berkolaborasi dengan tokoh agama dalam persiapan ajang nasional tersebut.

Peran Strategis Ulama dalam Suksesnya MTQ Nasional

Agustina Wilujeng Pramestuti menekankan bahwa kunjungannya bukan sekadar agenda seremonial belaka. Ia melihatnya sebagai bagian dari ikhtiar membangun komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah kota dan para ulama. Wali kota berharap jalinan silaturahmi ini dapat berlangsung lebih mendalam dan lebih sering di masa mendatang.

Pemerintah Kota Semarang saat ini sedang mempersiapkan diri secara maksimal sebagai tuan rumah MTQ Nasional ke-31. Dalam proses ini, peran para ulama sangat vital, terutama dalam memberikan arahan serta perspektif yang relevan. Hal ini bertujuan agar penyelenggaraan MTQ dapat berjalan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan yang luhur.

"Sebagai pemerintah, kami sudah berupaya mempersiapkan sebaik mungkin," ujar Agustina. "Namun kami menyadari, dari sisi pemahaman terhadap tradisi dan substansi MTQ masih membutuhkan banyak arahan. Karena itu kami 'nyuwun' petunjuk, dukungan, dan nasehat dari para kiai." Pernyataan ini menunjukkan penghargaan tinggi terhadap kearifan para tokoh agama.

Kolaborasi antara pemerintah dan ulama diharapkan mampu menciptakan penyelenggaraan MTQ Nasional yang tidak hanya sukses secara teknis. Lebih dari itu, kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan suasana spiritual yang kental dan bermakna bagi seluruh peserta serta masyarakat.

Dampak Ekonomi dan Kenyamanan Peserta MTQ Nasional

Gelaran MTQ Nasional ke-31 di Semarang diperkirakan akan menarik sekitar 11.000 peserta dan pendamping dari berbagai penjuru Indonesia. Kehadiran ribuan tamu ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pergerakan ekonomi lokal. Sektor-sektor seperti perhotelan, kuliner, hingga transportasi diperkirakan akan merasakan geliat ekonomi yang meningkat.

Namun demikian, Agustina menegaskan bahwa kesiapan Kota Semarang tidak hanya diukur dari infrastruktur semata. Kenyamanan dan pengalaman para tamu selama berada di kota ini juga menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Semarang bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik agar para tamu merasa betah.

"Kami ingin para tamu merasa nyaman dan memiliki kesan baik, sehingga di lain waktu mereka ingin kembali ke Kota Semarang," kata Agustina. Untuk mencapai tujuan tersebut, sinergi dengan berbagai pihak sangat penting. Organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan pengelola Masjid Agung Jawa Tengah menjadi mitra strategis dalam upaya ini.

Melalui kunjungan dan silaturahmi ini, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya. Kolaborasi yang kuat dengan para tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci utama. Hal ini untuk memastikan Kota Semarang siap menjadi tuan rumah yang baik bagi perhelatan nasional yang membawa dampak positif luas.

  • MTQ Nasional ke-31 akan diselenggarakan pada September 2026.
  • Diperkirakan akan diikuti sekitar 11.000 peserta dan pendamping dari seluruh Indonesia.
  • Dampak positif terhadap ekonomi lokal meliputi sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi