MTQ Kabupaten Tangerang ke-56: Wadah Inklusivitas dan Prestasi Penyandang Disabilitas
Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Tangerang ke-56 mencatat sejarah baru, menjadi ajang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk berprestasi, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat syiar Islam.
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang, Banten, telah sukses diselenggarakan, menandai sebuah babak baru dalam sejarah perhelatan keagamaan di daerah tersebut. Acara ini bertransformasi menjadi wadah inklusivitas yang memberikan panggung setara bagi para penyandang disabilitas untuk mengukir prestasi. Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan juga wahana untuk memperkuat syiar Islam menuju Kabupaten Tangerang yang religius.
Selama lima hari, dari tanggal 8 hingga 12 Januari 2026, sebanyak 1.332 peserta berkompetisi di 14 arena yang tersebar di Kecamatan Pagedangan. Berbagai cabang bergengsi diperlombakan, mulai dari Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ), Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, hingga Kaligrafi. Aspek inklusivitas menjadi sorotan utama dengan partisipasi 22 peserta penyandang disabilitas (Cacat Netra/Canet) yang turut tampil pada cabang Canet dan Murattal.
Kehadiran para peserta disabilitas ini menjadi inspirasi luar biasa, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencintai dan memuliakan Al Quran. Bupati Maesyal Rasyid berharap semangat Al Quran tetap menyinari kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Tangerang hingga perhelatan tahun mendatang. Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya pelaksanaan MTQ ke-56 ini.
Inklusivitas MTQ Kabupaten Tangerang: Panggung Prestasi untuk Semua
MTQ Kabupaten Tangerang ke-56 mencetak sejarah dengan partisipasi aktif penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Sebanyak 22 peserta dengan disabilitas penglihatan unjuk kebolehan dalam cabang Canet dan Murattal. Keterlibatan mereka menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang setara dan mendukung potensi setiap individu.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, secara langsung menyampaikan kekagumannya terhadap semangat para peserta disabilitas. Ia menyatakan, “Kehadiran mereka menjadi inspirasi luar biasa, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencintai dan memuliakan Al Quran.” Pernyataan ini menggarisbawahi pesan kuat tentang keberanian dan dedikasi dalam mempelajari serta mengamalkan nilai-nilai Al Quran.
Perhelatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan menunjukkan kemampuan para penyandang disabilitas. MTQ ke-56 ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengedepankan inklusivitas dalam setiap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Semangat Al Quran diharapkan terus menyinari kehidupan masyarakat Kabupaten Tangerang.
Dampak Ekonomi dan Sosial MTQ Kabupaten Tangerang
Selain menjadi ajang syiar Islam, gelaran MTQ Kabupaten Tangerang ke-56 juga memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian lokal. Puluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal berhasil meningkatkan pendapatan mereka melalui partisipasi dalam acara ini. Pemberdayaan ekonomi tersebut menjadi warna tersendiri dalam mendukung produk kuliner dan kerajinan tangan khas daerah Kabupaten Tangerang.
Nilai solidaritas juga diperkuat melalui kehadiran Warung Amal yang menyediakan makanan dan minuman gratis bagi pengunjung. Inisiatif ini mencerminkan budaya gotong royong masyarakat Tangerang yang kuat. Warung Amal menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial tetap terjaga di tengah perhelatan besar keagamaan.
Kegiatan MTQ ini membuktikan bahwa acara keagamaan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kerakyatan dan nilai-nilai sosial. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM menciptakan ekosistem yang saling mendukung. Hal ini sejalan dengan visi untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang religius dan sejahtera.
Apresiasi dan Prestasi dalam MTQ Kabupaten Tangerang ke-56
Pada penutupan MTQ Kabupaten Tangerang ke-56, Kecamatan Pagedangan, yang bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara, berhasil meraih gelar juara umum. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pagedangan. Penutupan acara dilakukan oleh Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, pada 13 Januari 2026.
Apresiasi juga diberikan kepada penyelenggara tingkat kecamatan, di mana Kecamatan Teluknaga berhasil meraih peringkat pertama sebagai penyelenggara terbaik selama tiga tahun berturut-turut. Ini menunjukkan konsistensi dan kualitas penyelenggaraan yang tinggi dari Kecamatan Teluknaga.
Adapun daftar lima besar kecamatan yang meraih prestasi dalam penyelenggaraan MTQ Kabupaten Tangerang ke-56 adalah sebagai berikut:
- Kecamatan Pagedangan (Juara Umum)
- Kecamatan Teluknaga
- Kecamatan Tigaraksa
- Kecamatan Sepatan
- Kecamatan Cikupa
- Kecamatan Curug
Bupati Maesyal Rasyid berharap agar para kafilah yang meraih prestasi tidak cepat berpuas diri, dan bagi yang belum berhasil, tetap semangat karena keikutsertaan mereka sudah merupakan bagian dari menghidupkan syiar agama.
Sumber: AntaraNews