Ombudsman RI Soroti Aksesibilitas Pelayanan Publik Modern di Terminal Pulo Gebang
Ombudsman RI (ORI) menekankan pentingnya aksesibilitas pelayanan publik modern, khususnya bagi penyandang disabilitas, usai meninjau Terminal Terpadu Pulo Gebang untuk memastikan kenyamanan masyarakat.
Ombudsman RI (ORI) menegaskan bahwa aksesibilitas dan inklusivitas harus menjadi standar utama dalam setiap pelayanan publik modern di Indonesia. Penegasan ini disampaikan setelah Ombudsman RI melakukan peninjauan langsung di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, pada Senin (16/3) lalu. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kualitas layanan transportasi darat terus meningkat dan mampu memberikan kenyamanan optimal bagi seluruh penumpang.
Anggota Ombudsman RI, Hery Susanto, menyoroti peningkatan pelayanan bagi penyandang disabilitas sebagai salah satu aspek krusial yang perlu diperhatikan secara serius. Menurut Hery, keberadaan petugas yang memahami bahasa isyarat menjadi kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi untuk mendukung inklusivitas layanan. Selain itu, ketersediaan sarana dan prasarana yang memudahkan mobilitas penyandang disabilitas juga menjadi fokus utama dalam evaluasi pelayanan publik.
Peninjauan ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi pelayanan di terminal terbesar di Asia Tenggara tersebut, yang menjadi perhatian khusus Ombudsman RI. Meskipun telah terlihat perbaikan signifikan dalam berbagai fasilitas penunjang, ORI tetap menekankan perlunya penyempurnaan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar pelayanan yang diberikan dapat mencapai tingkat kenyamanan maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Peningkatan Aksesibilitas dan Inklusivitas di Terminal Pulo Gebang
Dalam peninjauan yang dilakukan, Ombudsman RI menelusuri berbagai titik pelayanan krusial di area Terminal Terpadu Pulo Gebang. Fasilitas ruang tunggu, area keberangkatan, hingga aksesibilitas bagi kelompok rentan menjadi fokus utama evaluasi. Hery Susanto menyatakan bahwa aktivitas di terminal tersebut secara umum berjalan cukup tertib, didukung oleh beragam fasilitas penunjang bagi penumpang.
Sejumlah sarana pelayanan publik di Terminal Pulo Gebang tampak mengalami perbaikan yang signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Anggota Ombudsman RI Hery Susanto mengapresiasi tindak lanjut rekomendasi yang telah diberikan ORI sebelumnya oleh pengelola terminal. "Kami melihat dari satu sudut ke sudut lainnya, memang sudah ada perbaikan dan peningkatan pelayanan dibandingkan sebelumnya," ujar Hery.
Meskipun demikian, ORI tetap menggarisbawahi bahwa masih terdapat beberapa aspek pelayanan yang memerlukan penyempurnaan berkelanjutan. Fokus utama adalah memastikan bahwa pelayanan tidak hanya baik secara umum, tetapi juga secara spesifik memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas. Hal ini termasuk ketersediaan petugas yang terlatih bahasa isyarat serta fasilitas fisik yang mendukung mobilitas mereka.
Pentingnya Kolaborasi dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan
Ombudsman RI menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik adalah upaya kolektif yang tidak dapat diemban oleh satu lembaga saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan juga pengelola layanan untuk mencapai tujuan ini. Semangat kolaborasi ini, menurut Hery Susanto, mulai terlihat dalam pengelolaan Terminal Terpadu Pulo Gebang saat ini.
Hery menekankan bahwa Indonesia sebagai negara besar membutuhkan kerja sama yang erat antarlembaga dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima. Koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci utama untuk menciptakan layanan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. "Mengurus Indonesia ini terlalu besar jika dikerjakan masing-masing, karena itu diperlukan kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi," ucap Hery.
Penyelenggara pelayanan publik, khususnya di sektor perhubungan, menunjukkan kesiapan untuk terus memperbaiki layanan dengan semangat kolaborasi. Ombudsman RI mengapresiasi komitmen jajaran sektor perhubungan yang menunjukkan semangat perbaikan berkelanjutan. Ini mencerminkan pemahaman bahwa perbaikan layanan adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak terkait.
Dukungan Kemnaker dan Pengawasan Berkelanjutan ORI
Kegiatan peninjauan ini turut dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan Kepala UPT Terminal Terpadu Pulo Gebang. Menaker Yassierli menyampaikan apresiasi terhadap upaya pengawasan pelayanan publik yang dilakukan Ombudsman RI. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan transportasi memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama pada momentum mudik dan aktivitas ekonomi nasional.
Yassierli juga berpendapat bahwa koordinasi antarlembaga merupakan faktor penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik. "Kami sangat mendukung langkah Ombudsman yang aktif melakukan pemantauan di lapangan, karena kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman," ujar Yassierli.
Ke depan, Ombudsman RI memastikan akan terus melakukan pengawasan aktif terhadap penyelenggaraan pelayanan publik di sektor transportasi. Pengawasan ini akan dilakukan melalui pemantauan langsung di lapangan serta koordinasi intensif dengan instansi terkait. Setiap persoalan pelayanan publik harus segera direspons dengan solusi konkret dan terukur, karena tugas Ombudsman adalah memastikan pelayanan publik terus membaik bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews