MTQ Nabire XXXI Digelar, Pemkab Siapkan Rp800 Juta Lahirkan Generasi Qurani

Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar MTQ XXXI dengan anggaran Rp800 juta. Ajang MTQ Nabire ini bertujuan menciptakan generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al Quran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
MTQ Nabire XXXI Digelar, Pemkab Siapkan Rp800 Juta Lahirkan Generasi Qurani
Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar MTQ XXXI dengan anggaran Rp800 juta. Ajang MTQ Nabire ini bertujuan menciptakan generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al Quran. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, secara resmi menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat kabupaten. Acara keagamaan ini berlangsung meriah dari tanggal 2 hingga 5 April 2026 di berbagai lokasi strategis di Nabire. Pelaksanaan MTQ ini menandai komitmen Pemkab Nabire dalam pembinaan keagamaan.

Pelaksanaan MTQ Nabire ini merupakan upaya serius Pemerintah Kabupaten untuk menciptakan generasi Qurani yang berakhlak mulia. Kegiatan ini diikuti oleh 141 peserta dari berbagai cabang lomba yang menguji kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al Quran. Ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan visi daerah.

Dengan dukungan anggaran mencapai Rp800 juta, MTQ ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata. Namun juga sarana membumikan nilai-nilai Al Quran secara lebih luas di Tanah Papua. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Nabire, La Halim, menjelaskan bahwa MTQ tingkat kabupaten ini adalah langkah awal yang sangat penting. Ini menjadi persiapan menuju MTQ tingkat provinsi yang dijadwalkan akan diselenggarakan di Timika pada Juni 2026. Persiapan matang diharapkan mampu menghasilkan perwakilan terbaik.

La Halim menegaskan tujuan utama dari penyelenggaraan MTQ Nabire adalah untuk menggali potensi qari dan qariah terbaik di wilayah tersebut. Selain itu, ajang ini berupaya membumikan Al Quran secara lebih luas di seluruh wilayah Tanah Papua. Ini sejalan dengan semangat untuk meningkatkan pemahaman agama.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Nabire terlihat dari alokasi anggaran yang signifikan. Dana sebesar Rp800 juta disiapkan untuk seluruh rangkaian kegiatan, mencakup pelaksanaan MTQ dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Anggaran ini menunjukkan keseriusan Pemkab dalam program ini.

Secara spesifik, dana awal sebesar Rp150 juta telah disalurkan untuk kegiatan di tingkat kabupaten. Anggaran selanjutnya akan dialokasikan untuk mendukung peserta Nabire berlaga di MTQ provinsi di Mimika dan bahkan ke tingkat nasional. Ini memastikan keberlanjutan pembinaan dan partisipasi.

Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, menekankan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al Quran. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana efektif untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai luhur Al Quran. Nilai-nilai ini diharapkan dapat menjadi pedoman hidup.

Burhanuddin berharap MTQ Nabire ini dapat melahirkan generasi Qurani yang berkualitas dan berintegritas. Generasi ini diharapkan mampu tidak hanya membaca dan memahami, tetapi juga mengamalkan ajaran Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh peserta untuk senantiasa menjunjung tinggi sportivitas selama berkompetisi. Ia juga berpesan kepada dewan hakim agar bekerja secara objektif, adil, dan profesional dalam menilai setiap penampilan. Integritas juri sangat penting untuk menjaga kualitas lomba.

Tema yang diangkat pada MTQ tahun ini adalah "Aktualisasi nilai-nilai Al Quran dalam membangun karakter bangsa." Tema ini sejalan dengan visi Pemkab Nabire untuk membentuk masyarakat yang berlandaskan moral dan etika agama. Hal ini juga relevan dengan upaya pembangunan sumber daya manusia.

Ketua Panitia MTQ Nabire, Putra Aminudin, merinci bahwa kegiatan ini berlangsung di tiga lokasi berbeda yang telah ditentukan. Lokasi tersebut meliputi Masjid Nurul Bahri Smoker, Madrasah Ibtidaiyah Al Khairat, dan TK Raudatul Athfal. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk pemerataan akses.

Sebanyak 141 peserta turut serta dalam berbagai cabang lomba yang diselenggarakan. Cabang-cabang lomba ini mencakup seni baca Al Quran, hafalan Al Quran, fahmil Quran, syarhil Quran, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al Quran. Keberagaman ini menunjukkan spektrum luas kompetisi.

Keberagaman cabang lomba ini menunjukkan komitmen panitia untuk mengakomodasi berbagai talenta dan minat peserta. Ini juga bertujuan untuk mendorong pendalaman Al Quran dari berbagai aspek keilmuan dan seni. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk menunjukkan keahliannya.

Pelaksanaan di beberapa lokasi berbeda juga bertujuan untuk mendekatkan acara kepada masyarakat luas. Hal ini sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi warga Nabire untuk menyaksikan dan merasakan semarak MTQ. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat meningkatkan syiar Islam.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi