Fakta Unik: MQK Internasional Pertama di Wajo Gandeng Otoritas Bandara, Kemenag Siapkan Sambutan Megah

Kemenag Sulsel menggandeng Otoritas Bandara Wilayah V Makassar untuk sukseskan MQK Internasional Wajo pertama di Kabupaten Wajo. Persiapan matang dilakukan demi sambutan istimewa bagi delegasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: MQK Internasional Pertama di Wajo Gandeng Otoritas Bandara, Kemenag Siapkan Sambutan Megah
Kemenag Sulsel menggandeng Otoritas Bandara Wilayah V Makassar untuk sukseskan MQK Internasional Wajo pertama di Kabupaten Wajo. Persiapan matang dilakukan demi sambutan istimewa bagi delegasi. (Merdeka.com)

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan mengambil langkah strategis untuk gelaran Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional pertama di Kabupaten Wajo. Mereka menggandeng Otoritas Bandara Wilayah V Makassar demi kelancaran acara akbar ini. Kolaborasi ini bertujuan memastikan semua delegasi mendapatkan layanan terbaik sejak kedatangan mereka di bandara.

Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 7 Oktober 2025 mendatang. Acara tersebut akan dipusatkan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, sebagai tuan rumah penyelenggaraan. Ini menjadi momen penting bagi Indonesia, khususnya Sulsel, untuk tampil di kancah internasional.

Delegasi dari 34 provinsi dan negara-negara di Kawasan ASEAN akan mulai berdatangan pada 29 September hingga 1 Oktober 2025. Kakanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, menekankan pentingnya dukungan penuh dari otoritas bandara. Persiapan matang menjadi kunci suksesnya acara berskala global ini.

Sinergi Kemenag dan Otoritas Bandara untuk Sambutan Prima

Ali Yafid, Kakanwil Kemenag Sulsel, secara langsung meminta bantuan Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. Permintaan tersebut meliputi penyediaan naradamping (Liaison Officer/LO) yang akan menjemput peserta dan tamu di bandara. Kesiapan tim medis bandara juga menjadi prioritas, dengan harapan adanya pos khusus terkait ini.

Pentingnya pos medis khusus ini ditekankan mengingat banyaknya peserta yang akan datang dari berbagai daerah dan negara. Selain itu, Ali Yafid juga mengusulkan penyediaan ruang istirahat di area kedatangan internasional. Fasilitas ini diperuntukkan bagi delegasi dari negara lain yang membutuhkan kenyamanan ekstra setelah perjalanan panjang.

Kemenag juga meminta dukungan teknis lain terkait pemasangan publikasi acara pada videotron bandara. Kesiapan perparkiran bandara juga menjadi perhatian agar tidak terjadi kendala saat kedatangan dan kepulangan. Ali Yafid menyampaikan, “Atas segala kontribusi dan dukungan menyukseskan kegiatan ini, kami dari Kemenag memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak otoritas bandara.”

Antisipasi Kedatangan Delegasi Internasional dan Domestik

Kegiatan MQK Internasional akan dimulai pada awal Oktober 2025, dengan kedatangan peserta mulai 29 September. Arus kedatangan delegasi diperkirakan padat hingga 1 Oktober, diikuti kepulangan pada 7, 8, dan 9 Oktober. Perwakilan dari berbagai provinsi dan negara-negara di Kawasan ASEAN akan memeriahkan acara ini.

Kasubdit Direktorat Pontren, Azis Syafiuddin, menegaskan bahwa pada dasarnya, Kemenag membuka ruang, menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, terutama dengan pihak otorita Bandara. Pihak otoritas bandara menjadi mitra kunci dalam melayani kontingen domestik dan internasional. “Yang akan kita layani, bukan hanya dari domestik 34 provinsi, tapi juga dari negara di Asia Tenggara. Dan bukan hanya peserta, tapi Dubes juga hadir,” ujarnya.

Momen MQK Internasional ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan emas bagi Sulawesi Selatan. Provinsi ini dapat memperkenalkan diri dan memberikan kesan positif kepada kontingen domestik dan internasional. Kesan baik ini diharapkan dapat dibawa pulang oleh para peserta dari berbagai negara.

Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak Terkait

Perwakilan Angkasa Pura, Sofyan, menyarankan agar panitia menyampaikan rekap data penerbangan kontingen kepada pihak maskapai. Informasi ini penting agar pihak maskapai dapat melakukan koordinasi yang lebih baik. Langkah ini akan membantu kelancaran proses kedatangan dan keberangkatan peserta MQK Internasional.

Balai Besar Karantina Kesehatan Makassar juga menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung MQK Internasional. dr. Abbas, perwakilan Balai Besar Karantina Kesehatan Makassar, menyebutkan, “Ada dua dokter, dua perawat, dan ada tim kesehatan tambahan serta ambulans kami yang siap. Ada di domestik dan di Internasional.”

Kesiapan tim medis ini sangat krusial untuk mengantisipasi potensi masalah kesehatan selama acara berlangsung. Sinergi antara Kemenag, otoritas bandara, Angkasa Pura, dan Karantina Kesehatan menunjukkan komitmen bersama. Semua pihak bertekad menyukseskan gelaran MQK Internasional di Wajo ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi