Kemenpar Perkuat Keamanan Berwisata sebagai Fondasi Utama Pariwisata Berkualitas
Kementerian Pariwisata menjadikan keamanan berwisata sebagai fondasi utama pariwisata berkualitas, fokus pada peningkatan SDM dan standar keselamatan untuk pengalaman wisatawan yang lebih baik.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmennya untuk menjadikan penguatan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan sebagai fondasi utama pariwisata berkualitas. Inisiatif strategis ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 yang berlangsung di Jakarta. Langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pengalaman berwisata di seluruh destinasi Indonesia.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini Mohamad Paham, menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci utama. Menurutnya, SDM adalah penyedia jasa wisata yang sangat relevan dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Fokus pada pengembangan SDM diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih profesional dan bertanggung jawab.
Kemenpar telah menyiapkan berbagai modul pelatihan keselamatan wisata untuk aktivitas berisiko tinggi, seperti wisata gunung dan arung jeram. Program ini bertujuan membekali pelaku pariwisata dengan keterampilan yang diperlukan. Seluruh upaya ini dirancang untuk menjawab tantangan sektor pariwisata nasional dan memastikan bahwa setiap perjalanan wisatawan aman dan menyenangkan.
Peningkatan Keselamatan Melalui Pelatihan dan Sertifikasi
Kementerian Pariwisata secara aktif mengembangkan berbagai modul pelatihan keselamatan untuk beragam aktivitas wisata berisiko tinggi. Modul ini mencakup panduan untuk wisata gunung, wisata tirta, arung jeram, hingga snorkeling. Tujuannya adalah untuk membekali para pelaku pariwisata dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi potensi risiko di lapangan.
Program pelatihan ini dilaksanakan melalui kolaborasi erat dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi, akademisi, dan praktisi pariwisata. Penguatan program dilakukan melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi. Hal ini memastikan bahwa setiap individu yang terlibat dalam industri pariwisata memiliki standar kualifikasi yang diakui secara nasional.
Selain itu, Kementerian Pariwisata juga menjalankan program tugas pembantuan bagi pemandu wisata gunung dan wisata tirta. Program ini memberikan pelatihan keselamatan kepada 30 peserta di 38 provinsi di Indonesia. Deputi Martini Mohamad Paham berharap ke-30 peserta ini dapat menjadi agen penyebar ilmu dan praktik keselamatan kepada lebih banyak orang di daerah masing-masing.
Standar Kompetensi dan Peran Sumber Daya Manusia
Dalam aspek pelayanan wisata, Kementerian Pariwisata telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Dokumen SKKNI ini mencakup standar pelayanan wisatawan mulai dari tahap perencanaan perjalanan hingga kembali dari destinasi wisata. Ini merupakan upaya komprehensif untuk menjamin kualitas layanan di seluruh rantai nilai pariwisata.
Martini Mohamad Paham menyatakan bahwa dokumen SKKNI ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan. Tidak hanya pemerintah daerah setempat, tetapi juga akademisi, industri, dan profesi pariwisata dapat menggunakannya sebagai acuan. Penerapan SKKNI diharapkan dapat menyeragamkan standar kualitas pelayanan di seluruh Indonesia, sehingga menciptakan pengalaman berwisata yang konsisten dan memuaskan.
Pemerintah juga terus mempertajam arah pengembangan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) sebagai pusat unggulan pendidikan vokasi pariwisata. Poltekpar memiliki peran krusial dalam mencetak sumber daya manusia profesional dan berdaya saing global. Melalui pendidikan vokasi yang relevan, Poltekpar diharapkan mampu memenuhi kebutuhan industri pariwisata akan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja.
Visi Kemenpar untuk Pariwisata Berkualitas
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebelumnya telah menyampaikan lima program strategis Kemenpar untuk menghadapi tantangan sektor pariwisata nasional. Salah satu program penting tersebut secara spesifik berkaitan dengan peningkatan keselamatan berwisata. Ini menunjukkan prioritas tinggi pemerintah terhadap aspek keamanan dalam pengembangan pariwisata.
Program peningkatan keselamatan berwisata akan difokuskan pada pelatihan dan sertifikasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan pelaku pariwisata dalam menghadapi berbagai risiko yang mungkin timbul. Dengan demikian, setiap insiden dapat ditangani secara efektif, meminimalkan dampak negatif terhadap wisatawan dan citra pariwisata Indonesia.
Visi Kemenpar adalah menciptakan pariwisata yang tidak hanya menarik secara destinasi, tetapi juga unggul dalam hal keamanan, keselamatan, dan kenyamanan. Ini akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi pilihan utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Konsistensi dalam penerapan standar keselamatan akan menjadi tolok ukur keberhasilan program ini.
Sumber: AntaraNews