Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana baru-baru ini menyerukan kepada setiap lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) untuk memiliki kecerdasan dalam mengamati dan mengikuti perkembangan Tren Pariwisata Global. Pernyataan ini disampaikan dalam acara pengukuhan wisudawan Poltekpar NHI Bandung pada Rabu, 25 September, di Jakarta. Hal ini bertujuan untuk memastikan Indonesia dapat memanfaatkan peluang besar dari dinamika pariwisata dunia.
Permintaan Menpar Widiyanti tersebut bukan tanpa alasan, mengingat tren global saat ini membuka peluang signifikan bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi pariwisata nasional. Namun, beliau menegaskan bahwa pariwisata tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan semata. Lebih dari itu, pariwisata harus mampu menghadirkan pengalaman yang berkualitas bagi para wisatawan.
Pengalaman wisata yang berkualitas, menurut Menpar Widiyanti, harus senantiasa menjaga kelestarian alam dan budaya setempat, sekaligus memastikan bahwa manfaatnya dapat kembali kepada masyarakat secara adil. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata menjadi krusial guna mengembangkan potensi pariwisata Indonesia secara optimal.
Advertisement
Advertisement
Menpar Widiyanti Putri Wardhana secara tegas menyatakan bahwa Tren Pariwisata Global saat ini menawarkan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata. Namun, beliau menekankan bahwa fokus utama bukanlah pada kuantitas kunjungan, melainkan pada kualitas pariwisata yang ditawarkan. Pariwisata berkualitas berarti mampu memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus bertanggung jawab.
Pariwisata yang berkualitas juga harus mampu menjaga kelestarian alam dan budaya lokal, serta memastikan bahwa manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. "Tren global saat ini membuka peluang besar bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi pariwisata. Namun pariwisata tidak hanya soal jumlah kunjungan, melainkan tentang menghadirkan pariwisata berkualitas," kata Menpar Widiyanti.
Untuk mencapai tujuan tersebut, peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata menjadi sangat penting. Pendidikan pariwisata tidak cukup hanya berorientasi pada kompetensi industri, tetapi juga harus memiliki wawasan lingkungan dan sosial yang kuat. Ini akan memastikan lulusan Poltekpar siap menghadapi tantangan dan peluang di era Tren Pariwisata Global.
Advertisement
Advertisement
Pengembangan potensi pariwisata Indonesia sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di sektor ini. Menpar Widiyanti berharap para lulusan Poltekpar dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh untuk mengembangkan destinasi wisata yang inovatif, ramah lingkungan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa pariwisata Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
“Dengan bekal ilmu dari Poltekpar Bandung, retaslah jalan untuk menjadi tokoh pariwisata dunia yang berakar pada kearifan lokal dan memberi kontribusi besar bagi bangsa dan negara,” ucap Menpar Widiyanti, memberikan motivasi kepada para wisudawan. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya kombinasi antara kompetensi global dan pemahaman lokal.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Martini Mohamad Paham, menambahkan bahwa pihaknya berencana membuka dua poltekpar baru di daerah potensial. Langkah ini akan melengkapi enam poltekpar yang saat ini sudah beroperasi di bawah koordinasi Kemenpar. "Upaya ini untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia pariwisata unggul yang sangat dibutuhkan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di mancanegara," ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan standar kualitas pendidikan pariwisata di Indonesia juga didukung oleh kerja sama internasional. Poltekpar NHI Bandung telah menjalin kemitraan strategis dengan Swiss dan Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi (SECO) Jepang, serta Prancis. Kolaborasi ini merupakan upaya nyata untuk mengadopsi standar internasional dalam kurikulum dan praktik pendidikan.
Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan standar kualitas pendidikan dengan mengadopsi ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (ASEAN MRA-TP). Dengan demikian, standar pariwisata Indonesia dapat bergerak menuju level global, yang pada gilirannya akan membuka peluang besar bagi lulusan poltekpar untuk diterima di pasar internasional.
Martini Mohamad Paham menegaskan komitmen Kemenpar untuk memastikan kualitas program studi, akreditasi, dan keunggulan perguruan tinggi tetap terjaga. Hal ini penting agar lulusan Poltekpar siap bersaing dan berkontribusi di kancah global, sejalan dengan tuntutan Tren Pariwisata Global yang terus berkembang pesat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews