Tahukah Anda, Kemenpar Perkuat Keselamatan Wisata Arung Jeram di Indonesia, Ada Ratusan Operator!
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) serius tingkatkan keselamatan wisata arung jeram yang berisiko tinggi. Bagaimana upaya mereka menjamin keamanan ratusan operator di Indonesia?
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara aktif memperkuat standar keselamatan dan keamanan dalam kegiatan wisata arung jeram di Indonesia. Langkah ini diambil mengingat arung jeram adalah salah satu kegiatan wisata minat khusus yang memiliki potensi besar namun juga mengandung risiko tinggi. Penguatan standar ini menjadi krusial untuk memastikan pengalaman berwisata yang aman dan nyaman bagi seluruh wisatawan.
Fadjar Hutomo, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis, menegaskan bahwa isu keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama, terutama dalam menghadapi situasi krisis. Kesiapan dan sistem tanggap darurat yang efektif sangat penting untuk menyelamatkan nyawa, mengurangi kerugian, serta meningkatkan kesadaran publik terhadap potensi bahaya. Inisiatif ini selaras dengan upaya pemerintah dalam melindungi wisatawan.
Wisata arung jeram telah dikategorikan sebagai usaha berisiko menengah tinggi berdasarkan Permenparekraf Nomor 4 tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata. Oleh karena itu, penguatan standar operasional secara berkelanjutan diperlukan agar para pelaku industri dapat mengoptimalkan peralatan dan layanan demi keamanan dan keselamatan wisatawan.
Urgensi Penguatan Standar Keselamatan Arung Jeram
Penguatan standar keselamatan dan keamanan dalam wisata arung jeram menjadi sangat mendesak mengingat karakteristik aktivitasnya yang berisiko tinggi. Kemenpar menekankan pentingnya menyamakan persepsi di antara seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai tingkat keamanan optimal. Hal ini juga sejalan dengan regulasi yang telah mengklasifikasikan arung jeram sebagai kegiatan dengan risiko yang perlu penanganan khusus.
Dalam kondisi krisis atau darurat, kesiapan dan respons cepat adalah kunci untuk meminimalkan dampak negatif. Fadjar Hutomo menggarisbawahi bahwa sistem tanggap darurat yang baik tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengurangi kerugian materiil dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan. Ini menunjukkan komitmen Kemenpar terhadap perlindungan wisatawan.
Maka dari itu, Kemenpar terus mendorong para pelaku industri wisata arung jeram untuk memastikan bahwa setiap peralatan yang digunakan memenuhi standar kualitas dan layanan yang diberikan kepada wisatawan selalu mengedepankan aspek keamanan. Pengawasan terhadap implementasi standar operasional menjadi fokus utama untuk mencapai tujuan ini.
Kolaborasi dan Program Konkret Kemenpar
Sebagai bagian dari upaya penguatan standar, Kemenpar baru-baru ini menyelenggarakan “Sosialisasi Keamanan dan Keselamatan Wisata Arung Jeram Indonesia” di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/8). Acara ini bertujuan untuk menyebarkan informasi dan pedoman terbaru terkait keselamatan arung jeram kepada para operator dan pihak terkait.
Selain sosialisasi, Kemenpar juga memiliki program pelatihan dan sertifikasi yang dirancang khusus bagi operator wisata arung jeram. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para operator, memastikan mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola risiko. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa operator telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Penguatan standar keselamatan arung jeram memerlukan kolaborasi erat dengan berbagai pihak, terutama Asosiasi Perusahaan Wisata Arung Jeram Indonesia (IWWO) dan pemerintah daerah. Dengan ratusan operator arung jeram yang tersebar di seluruh Indonesia, pengawasan yang tepat sangat diperlukan. Kemenpar mencatat bahwa hingga Agustus 2025, terdapat sekitar 420 operator wisata arung jeram di Indonesia.
Peran IWWO dalam Peningkatan Kualitas SDM dan Peralatan
IWWO turut serta dalam acara penguatan standar keamanan dan keselamatan wisata arung jeram yang dihelat oleh Kemenpar, menunjukkan komitmen mereka terhadap sektor ini. Perwakilan Dewan Pendiri IWWO, I Made Antara, memaparkan beberapa aspek penting yang perlu diperkuat untuk menjamin keselamatan arung jeram. Aspek-aspek ini mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penggunaan peralatan yang memadai, serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.
Peningkatan SDM meliputi pengetahuan mendalam tentang kapasitas perahu, pemahaman medan sungai, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang mungkin terjadi. Operator harus dilatih untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan bertindak cepat dalam situasi darurat. Pengetahuan ini esensial untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan respons yang efektif.
Penggunaan peralatan berkualitas tinggi dan memadai juga menjadi poin krusial. Peralatan yang terawat dan sesuai standar akan sangat mendukung keamanan selama kegiatan arung jeram. Terakhir, Made Antara menekankan pentingnya penerapan SOP keselamatan yang telah dibuat dan disepakati oleh para ahli di bidangnya. SOP ini harus disosialisasikan secara menyeluruh dan ditaati oleh semua pihak terkait untuk menjamin keamanan optimal.
- Penguatan SDM: Meliputi pengetahuan tentang kapasitas perahu, pemahaman medan, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
- Peralatan Berkualitas: Memastikan penggunaan perlengkapan arung jeram yang memenuhi standar kualitas tinggi dan memadai.
- Penerapan SOP: Mengimplementasikan Standar Operasional Prosedur keselamatan yang telah disepakati oleh para ahli dan disosialisasikan kepada semua pihak terkait.
Sumber: AntaraNews