Kemenpar Perkuat Mitigasi Wisata Gunung Api Demi Keamanan Turis
Kemenpar terus berupaya memperkuat Mitigasi Wisata Gunung Api di Indonesia, memastikan keamanan wisatawan mancanegara di tengah potensi erupsi dan peringatan perjalanan internasional.
Pemerintah Indonesia, melalui Kemenpar, secara aktif meningkatkan berbagai upaya Mitigasi Wisata Gunung Api di destinasi rawan erupsi. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Kemenpar menyatakan bahwa upaya mitigasi mencakup aspek pencegahan, penanganan, dan peningkatan kualitas layanan pariwisata.
Beberapa gunung berapi yang menjadi perhatian serius meliputi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Gunung Sinabung, Gunung Marapi, Gunung Semeru, Gunung Raung, dan Gunung Ibu. Gunung-gunung ini disebutkan dalam peringatan perjalanan (travel warning) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Inggris kepada warganya. Kemenpar menanggapi imbauan ini dengan serius, menganggapnya sebagai bentuk kewaspadaan tinggi dari pemerintah Inggris untuk melindungi warganya.
Untuk itu, Kemenpar mendorong pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan pemangku kepentingan pariwisata lainnya untuk menyusun serta menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) mitigasi yang komprehensif. Koordinasi erat juga dijalin dengan berbagai pihak terkait seperti BMKG, BNPB/BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan ESDM.
Strategi Kemenpar dalam Mitigasi Bencana Wisata Gunung Api
Kemenpar memiliki berbagai upaya dalam memitigasi kegiatan berwisata di daerah tujuan wisata gunung berapi yang rawan mengalami erupsi. Upaya ini bertujuan untuk memberikan keamanan kepada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Pemerintah berupaya meningkatkan keamanan berwisata di gunung berapi melalui aspek pencegahan, penanganan, dan peningkatan kualitas layanan.
Kemenpar secara aktif mendorong pemerintah daerah, pengelola destinasi wisata, dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk menyusun dan menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) mitigasi yang komprehensif. Hal ini penting untuk memastikan setiap destinasi wisata memiliki rencana jelas dalam menghadapi potensi bencana alam maupun insiden keamanan. Selain itu, Kemenpar turut menjaga koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait seperti BMKG, BNPB/BPBD, Basarnas, TNI/Polri, ESDM, dan petugas keamanan setempat.
Semua pihak dalam industri pariwisata diimbau untuk memberikan pelayanan prima dan memastikan keselamatan, keamanan, kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan (CHSE). Mereka juga diminta melakukan penilaian risiko di pusat aktivitas pariwisata serta lokasi daya tarik wisata di masing-masing daerah. Berbagai modul terkait kebencanaan, CHSE, panduan implementasi, dan petunjuk teknis manajemen risiko di destinasi pariwisata telah disiapkan dan dapat diakses publik.
Respons Kemenpar Terhadap Peringatan Perjalanan Internasional
Pemerintah Indonesia, melalui Kemenpar, memperhatikan dengan seksama imbauan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Inggris. Peringatan tersebut bersifat imbauan kewaspadaan tinggi dari pemerintah Inggris kepada warga negaranya yang akan bepergian ke destinasi wisata di berbagai negara, termasuk sejumlah destinasi wisata di Indonesia. Destinasi yang disebutkan antara lain Gunung Lewotobi Laki-Laki, Gunung Sinabung, Gunung Marapi, Gunung Semeru, Gunung Raung, dan Gunung Ibu yang tengah mengalami erupsi.
Kemenpar menjelaskan bahwa peringatan perjalanan tersebut merupakan kewajiban Pemerintah Inggris untuk mengingatkan dan melindungi warga negaranya yang akan berwisata di Indonesia. Hal ini khususnya berlaku bagi wisatawan minat khusus terhadap destinasi wisata gunung berapi. Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO) Britania Raya sebelumnya menerbitkan peringatan perjalanan internasional untuk 2026 ke 55 negara yang tidak direkomendasikan untuk dikunjungi, termasuk beberapa daerah di Indonesia.
Meski demikian, Kemenpar tetap mengimbau wisatawan asal Inggris untuk mematuhi larangan dari instansi yang berwenang, seperti pemerintah daerah setempat, BMKG, BNPB, BPBD, atau pihak keamanan setempat. Kepatuhan ini penting ketika mereka ingin berkunjung ke destinasi wisata gunung berapi yang tengah mengalami erupsi di Indonesia. Wisatawan juga diminta berhati-hati saat melakukan aktivitas wisata alam atau luar ruangan pada musim hujan disertai cuaca ekstrem yang kerap menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Sumber: AntaraNews