Kemenpar Perkuat Tata Kelola SDM untuk Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) fokus pada penguatan tata kelola SDM demi organisasi efektif dan adaptif, wujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara aktif mendorong penguatan tata kelola sumber daya manusia (SDM) di lingkungannya. Langkah ini bertujuan untuk membangun organisasi yang lebih efektif, adaptif, serta berorientasi pada hasil.
Tujuan utamanya adalah mewujudkan cita-cita pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan di masa depan. Plh. Sekretaris Kementerian Pariwisata, Antonio Wasono Imam Prakoso, menjadi sosok kunci di balik inisiatif ini.
Penekanan ini disampaikan dalam rapat koordinasi bidang SDM dan organisasi di Jakarta pada Kamis (6/11). Pertemuan tersebut menegaskan komitmen Kemenpar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pentingnya Kolaborasi dan Evaluasi Distribusi ASN
Antonio Wasono Imam Prakoso menegaskan pentingnya kolaborasi lintas unit kerja dalam menghadapi dinamika kebijakan nasional. Hal ini krusial dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terus berkembang.
Ia juga mengajak untuk merefleksikan seluruh kegiatan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025, mencakup perencanaan pegawai, pendidikan, pelatihan, hingga pengembangan karier. Evaluasi menyeluruh ini penting untuk memastikan efektivitas program tata kelola SDM.
“Kita harus merefleksikan apa yang sudah kita lakukan sepanjang tahun 2025, mulai dari perencanaan pegawai, pendidikan dan pelatihan, hingga pengembangan karier,” ujar Antonio. Ia menekankan bahwa memastikan career path setiap ASN adalah hal yang tidak kalah penting.
Selain itu, pendistribusian ASN ke berbagai unit kerja juga harus dievaluasi secara berkala. Hal ini dilakukan agar penempatan pegawai selalu sesuai dengan analisis beban kerja dan jabatan yang ada, mendukung tata kelola SDM yang optimal.
Peningkatan Kapasitas dan Jaminan Formasi Pegawai
Kemenpar juga menyoroti pentingnya pengembangan kapasitas pegawai secara berkelanjutan. Ini termasuk peningkatan jenjang pendidikan, mulai dari diploma hingga program doktor, untuk meningkatkan kualitas SDM.
Saat ini, jumlah ASN di lingkungan Kementerian Pariwisata mencapai 2.687 orang, terdiri atas 1.761 PNS dan 926 PPPK. Angka ini menunjukkan skala kebutuhan akan manajemen SDM yang komprehensif.
Pengelola kepegawaian memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan ketersediaan formasi bagi pegawai yang akan naik jenjang. Hal ini penting agar upaya peningkatan kompetensi tidak sia-sia dalam pengembangan karier.
“Pengelola kepegawaian perlu memastikan formasi tersedia bagi pegawai yang akan naik jenjang. Jangan sampai sudah uji kompetensi, tetapi formasinya tidak ada,” kata Antonio, menyoroti pentingnya perencanaan formasi yang matang.
Dukungan Kemenpar terhadap Program Magang Nasional
Dalam mendukung program nasional pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, Kemenpar turut serta dalam Program Magang Nasional. Program ini merupakan bagian integral dari paket ekonomi nasional.
Kementerian Pariwisata telah menyiapkan sebanyak 287 formasi magang yang akan disebar ke seluruh unit kerja. Formasi ini juga mencakup penempatan di Politeknik Pariwisata dan berbagai Badan Otorita terkait.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Kemenpar dalam berkontribusi pada pengembangan talenta muda dan memperkuat ekosistem pariwisata. Program magang ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi para peserta.
Informasi resmi terkait program magang ini akan disampaikan melalui kanal-kanal informasi resmi Kementerian Pariwisata. Hal ini memastikan transparansi dan aksesibilitas informasi bagi calon peserta magang.
Sumber: AntaraNews