Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim) telah sukses menyelenggarakan Pelatihan Jabatan Fungsional (JF) Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Pelatihan ini secara khusus menyasar jenjang Ahli Muda sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kinerja pejabat fungsional di berbagai daerah.
Program pelatihan inovatif ini berlangsung secara hybrid, memadukan sesi daring dan studi lapangan, mulai dari tanggal 29 Oktober hingga 8 November 2025. Inisiatif kolaboratif ini bertujuan untuk mempersiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional secara berkelanjutan.
Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang berkolaborasi dengan Kemenpar dalam penyelenggaraan pelatihan ini, menandai komitmen kuat dalam pengembangan SDM pariwisata. Sebanyak 30 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jatim turut serta, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap peningkatan kompetensi di bidang kepariwisataan.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kompetensi Pejabat Fungsional Kunci Kemajuan Sektor
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham, menegaskan pentingnya peran pejabat fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Menurutnya, mereka memiliki peran krusial dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi berkelanjutan menjadi perhatian utama bagi Kemenpar.
"Pejabat fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif memiliki peran penting dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional, sehingga pengembangan kompetensi pejabat fungsional perlu menjadi perhatian bersama," ujar Martini M. Paham dalam keterangan resminya. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi Pelatihan Adyatama Kepariwisataan semacam ini.
Kolaborasi antara Kemenpar dan BPSDM Jatim ini merupakan respons terhadap arahan dari KemenPANRB. Arahan tersebut menekankan perlunya mempersiapkan ASN agar lebih strategis dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan SDM yang adaptif dan inovatif.
Advertisement
Advertisement
Enam Kompetensi Utama yang Diperkuat dalam Pelatihan
Pelatihan Jabatan Fungsional Adyatama Kepariwisataan ini dirancang untuk memperkuat enam kompetensi utama yang esensial bagi para pejabat. Kompetensi ini mencakup kemampuan dalam kerja sama dan pengembangan sumber daya manusia pariwisata, serta strategi pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif. Pengelolaan destinasi beserta infrastruktur pariwisata juga menjadi fokus penting.
- Kerja sama dan pengembangan sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif.
- Pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif.
- Pengelolaan destinasi beserta infrastruktur pariwisata dan ekonomi kreatif.
- Pendanaan pariwisata dan ekonomi kreatif.
- Pembangunan industri serta fasilitasi hak kekayaan intelektual bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
- Penguatan ekonomi kreatif dan pengembangan ekonomi digital.
Seluruh rangkaian materi ini disampaikan kepada 30 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Pelatihan ini berlangsung secara hybrid, menggabungkan metode daring dan luring untuk efektivitas maksimal dalam peningkatan kompetensi Adyatama Kepariwisataan.
Advertisement
Advertisement
Studi Lapangan: Wawasan Praktis dari Desa Wisata Berprestasi
Sebagai bagian integral dari program Pelatihan Adyatama Kepariwisataan, para peserta mengikuti rangkaian Studi Lapangan yang berharga. Lokasi yang dipilih adalah Desa Wisata Alam Endah di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, mengingat Desa Wisata Alam Endah merupakan peraih Juara II Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Desa wisata ini dikenal sebagai salah satu Desa Digital terbaik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pengalaman langsung di lokasi berprestasi memberikan pemahaman konkret kepada peserta tentang praktik terbaik dalam pengelolaan destinasi. Mereka dapat mengamati bagaimana inovasi digital diterapkan dalam pengembangan pariwisata.
Tujuan utama dari studi lapangan ini adalah untuk membekali peserta dengan wawasan yang lebih komprehensif. Mereka diharapkan dapat memahami secara mendalam mengenai pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata. Hal ini secara langsung akan meningkatkan kompetensi mereka sebagai pejabat fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews