Kemensos Bakal Alihkan Penerima Bansos dari Rekening Dormant dan Terlibat Judol
Total dana yang mengendap di 10 juta rekening tersebut senilai Rp2,1 triliun.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan, ada 10 juta rekening penerima bantuan sosial berstatus dormant. Menurut PPATK, rekening dormant tersebut terdata tidak aktif selama 3 tahun.
Total dana yang mengendap di 10 juta rekening tersebut senilai Rp2,1 triliun. Menurut PPATK, temuan tersebut mengindikasi penyaluran bansos belum tepat sasaran.
Menanggapi hal itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pihaknya bakal melakukan pemeriksaan terhadap temuan PPATK. Kalau memang benar, Kementerian Sosial (Kemensos) bakal mengalihkan bansosnya ke pihak lain yang lebih layak yang belum menjadi kelompok penerima.
"Kita periksa, kalau memang tidak aktif, kita akan alihkan. Pokoknya kalau sudah bisa kita pastikan ada rekening yang tidak aktif, ada rekening yang ikut judi online, itu akan kita alihkan kepada mereka yang lebih berhak. Itu yang penting," kata pria karib disapa Gus Ipul tersebut, Selasa (29/7).
Gus Ipul menambahkan, Kemensos juga bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dalam memonitoring saldo dari rekening penerima bansos. Jika jumlahnya tidak wajar alias tidak sesuai dengan profil pemiliknya, maka Kemensos akan menelusuri.
"Kita dengan BI ini untuk memastikan bahwa rekening-rekening penerima bansos itu adalah rekening-rekening yang tentu saldonya sesuai dengan kapasitas mereka. Jangan sampai anomali atau saldonya di luar kewajaran. Itu juga akan kami periksa dalam beberapa waktu kedepan," tegas Gus Ipul.
Gus Ipul memastikan, tindakan dilakukan Kemensos bukan bertujuan menyetop bansos kepada rakyat. Melainkan menyesuaikan penyalurannya kepada yang lebih tepat sasaran.
"Judulnya adalah dalam rangka bansos tepat sasaran, saya ulang ya, bansos tepat sasaran berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)," tegas dia.
"Insya Allah ini akan kita akan terus lakukan upaya nyata dalam memperbaiki data dan sekaligus menyalurkan bansos lebih tepat sasaran," imbuhnya.
Kemensos Terbuka Kritikan Lewat Data
Gus Ipul pun mempersilakan kepada masyarakat untuk terlibat dalam penyempurnaan data bansos tepat sasaran. Dia juga terbuka, bila ada kritik kepada penyaluran bansos yang seharusnya tidak layak mendapatkan. Namun syaratnya, harus disertai data valid.
"Jika ada hal-hal yang ingin disampaikan, tentu kami sangat terbuka oleh siapapun. Tetapi mohon disertai dengan data-data yang cukup. Kami menerima protes, keberatan, usulan dari semua pihak. Karena kita yang membuka partisipasi. Tetapi sekali lagi mohon disertai dengan bukti-bukti yang dibutuhkan. Seperti mungkin foto copy KTP, foto-foto kondisi rumah, foto aset, dan sehingga kita bisa menindaklanjuti," minta dia.
"Tapi kalau hanya berupa keluhan, kita tidak bisa menindaklanjuti," katanya.