Jokowi Tanggapi Hasil Survei Indikator soal Ijazah Palsu: Artinya Masyarakat Miliki Logika yang Sehat
Jokowi juga memaklumi masih ada yang percaya jika ijazahnya palsu.
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi hasil survei Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia terkait dugaan ijazah palsu miliknya.
Peneliti utama dan pendiri Indikator, Prof. Burhanuddin Muhtadi, menyebut mayoritas responden yang tahu soal isu ini menyatakan tidak percaya ijazah sarjana Jokowi palsu.
"Ya artinya masyarakat memiliki logika dan penalaran yang sehat, memiliki logika dan penalaran yang sehat, artinya itu. Karena logikanya memang masuk. Saya kira 68% menyampaikan ketidakpercayaannya," ujar Jokowi saat ditemui wartawan di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara No 01, Solo, Rabu (28/5).
Jokowi juga memaklumi masih ada yang percaya jika ijazahnya palsu. Menurutnya wajar ada yang pro dan kontra.
"Saya kira pasti ada yang pro, ada yang kontra, ada yang percaya, ada yang tidak percaya," ungkapnya.
Lanjut Jokowi, dirinya menyerahkan semua ke proses hukum.
"Nanti di pengadilan akan terbuka semua secara jelas, secara gamblang, terang benderang semuanya. Karena disitu pasti ada fakta fakta, bukti bukti, saksi saksi. Semua dibuka di sidang pengadilan," katanya.
Hasil Survei Indikator
Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis temuan terbaru mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara dan isu hukum, termasuk polemik dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam hasil survei yang diumumkan Selasa (27/5), diketahui 75,9% responden mengaku tahu atau pernah mendengar isu ijazah palsu Jokowi, sementara 24,1% menyatakan tidak tahu.
"Sebanyak 45% dari mereka mengaku tahu soal kasus ijazah Jokowi menjawab tidak percaya sama sekali dan 24,7% responden menjawab kurang percaya. Kemudian, 5% responden menjawab sangat percaya dan 13,7% menyatakan percaya," ujar Burhanuddin dalam konferensi pers daring.