Jokowi Bawa Map Hitam Usai Diperiksa Bareskrim, Ternyata Ini Isinya
Jokowi diperiksa kurang lebih 1 jam dengan 22 pertanyaan dalam kasus dugaan ijazah palsu.
Presiden ke-7 Joko Widodo selesai diperiksa penyidik Bareskrim Mabes polri, Selasa (20/5) siang. Jokowi diperiksa kurang lebih 1 jam dalam kasus dugaan ijazah palsu yang dilaporkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).
Berdasarkan pantauan, Jokowi keluar dari lobby Bareskrim Mabes Polri pukul 10.42 WIB. Terlihat Jokowi keluar sambil menenteng map hitam.
Jokowi mengaku, map hitam yang dibawanya itu adalah ijazah aslinya yang beberapa waktu lalu sempat dititipkan ke adik iparnya, Wahyudi Andrianto untuk diserahkan ke penyidik Polri.
"Sekaligus saya mengambil ijazah yang saat waktu lalu diantarkan ke bareskrim," kata Jokowi di Mabes Polri, Selasa (20/5).
Pada saat diperiksa, Presiden ke-7 itu mengaku dicecar penyidik sebanyak 22 pertanyaan perihal dirinya yang dilaporkan dugaan ijazah palsu.
"Ada 22 pertanyaan sekitar ijazah dari SD SMP SMA sampai universitas juga, masih sekitar itu," jelasnya.
Namun demikian, Jokowi enggan menunjukkan keaslian ijazah itu meskipun sudah berada di tangannya kembali. Dia juga tidak mengatakan secara jelas apakah hasil laboratorium ijazahnya itu yang dilaksanakan Bareskrim telah rampung atau belum.
"Nanti ditanyakan ke penyidik," singkat dia.
Diberitakan sebelumnya Direktur Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan penyelidikan dugaan ijazah palsu Jokowi sudah mencapai 90 persen. Sementara 10 persennya masih diuji di laboratorium forensik.
Djuhandani menambahkan, jika hasil uji labfor identik, maka apa yang didalilkan oleh pendumas atau pelapor tidak benar. Sehingga pihaknya akan menghentikan proses penyelidikan.
"Namun manakala hasilnya non identik, tentu saja ini akan menjadi uji kembali dalam proses penyelidikan," katanya lagi.
Lanjut Djuhandani, pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar proses penyelidikan bisa dituntaskan secepatnya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa proses pengujian labfor tidak semudah membalikkan telapak tangan.